Perjalanan ke Russia (Kola Peninsula)

Apa yang melatar-belakangi saya untuk pergi ke Kola Peninsula adalah sebagai destinasi untuk menikmati aktifitas luar ruangan yang tidak begitu jauh letaknya dari Moscow dan St. Petersburg daripada harus pergi menuju Lake Baikal – yang terkenal akan keajaiban alamnya – tapi membutuhkan waktu 3 hari 3 malam (80 jam) jika menggunakan kereta api dari Moscow. Perjalanan ke Kola Peninsula mungkin saya anggap sebagai highlight dari seluruh rangkaian perjalanan musim dingin kami ke Russia ini. Sudah pasti terkesan akan keindahan alamnya, kawasan yang satu ini bisa dibilang jarang disentuh oleh wisatawan mancanegara apalagi dari Indonesia – berdasarkan laporan dari agen wisata yang kami gunakan disana. Sebelum bercerita mengenai perjalanan kami kesini, saya akan memperkenalkan apa dan dimana Kola Peninsula tersebut.

Lovozero
Bangkai kapal di pesisir Barents Sea

Continue reading Perjalanan ke Russia (Kola Peninsula)

Perjalanan ke Russia (Moscow)

Perjalanan kami dari Jakarta hingga Moscow terbilang lumayan panjang, dimulai transit dan pindah maskapai di Kuala Lumpur dilanjutkan dengan transit/bermalam di Hanoi untuk melanjutkan penerbangan keesokan pagi harinya menuju Moscow. Maklum namanya juga tiket promo, yess?!! Penerbangan Vietnam Airlines dari Noi Bai Aiport Hanoi hingga Domodedovo Airport Moscow ditempuh dalam waktu 10 jam 5 menit. Namun sayangnya kala itu pesawat kami mengalami keterlambatan selama 2 jam. Kesan saya terhadap maskapai yang baru pertama kali saya naiki ini lumayan saja (6 out of 10), dari segi kenyamanan dan hiburan pesawat terbilang OK tapi kalau dari segi keramahan cabin crew dan makanan untuk orang yang berkebutuhan khusus harus diperbaiki sih agar setara kelasnya dengan maskapai Skyteam member yang lain.

Petugas militer Russia di dalam pesawat
Aslinya mah ramah kok

Setelah makan, tidur, makan, tidur di pesawat akhirnya kami selamat mendarat di Domodedovo airport Moscow pukul 3.30 sore waktu setempat. Tak sabar ingin segera keluar pesawat, keinginan itu terpaksa tertahan karena tiba-tiba sekelompok petugas militer masuk ke dalam pesawat membawa handycam dan merekam seluruh wajah penumpang di dalam pesawat tersebut. Sebel sih, tapi adakah diantara kita berani menunjukan muka kesal kepada aparat Russia? Saya rasa nggak bakal ada yang berani hehehe.. Setelah waktu tersita, kami harus pula melewati petugas imigrasi Russia yang terkenal panjang antriannya. Alhasil kami baru keluar bandara pukul 5 sore, sudah delay pesawat ditambah banyaknya tingkatan pengecekan petugas membuat itinerary hari itu banyak terlewati.

Continue reading Perjalanan ke Russia (Moscow)

Persiapan Ke Russia

Kemana tiket promo menawarkan kesitu lah kita menerjang. Begitu kira2 kenapa saya dan sahabat-sahabat saya memutuskan Russia sebagai destinasi penghujung musim dingin 2016 kami. Meskipun sempat bertentangan dengan idealisme saya tentang traveling (pergi karena murah), namanya manusia biasa akhirnya mengalah juga dengan kondisi resesi global yang sedang melanda hehe.. Yang penting liburan dan bisa main salju lagi!!

Tiket

Memang tidak secepat itu kami memutuskan untuk pergi ke Russia. Citra yang melekat sebagai destinasi yang tidak populer bagi turis asing cukup membuat kami berpikir berkali-kali untuk membeli tiket pesawat sampai mendekati periode akhir promonya. Kala itu tiket  Continue reading Persiapan Ke Russia

Bali at its best

Siapa dari kalian yang belum pernah ke Bali? pasti gak ada kan. Bahkan untuk kalangan wisatawan asing Bali mungkin lebih dikenal daripada Indonesia sendiri. Sebuah destinasi yang tak kenal musim – selalu ramai dikunjungi. Dengan pilihan yang tidak terbatas membuat salah satu pulau terbaik di dunia dari berbagai versi tidak cukup hanya sekali dikunjungi. Banyak dari kita ke Bali hanya bersantai di pinggir pantai, hang out di seminyak, berbelanja di Legian atau menikmati indahnya fasilitas villa di Ubud (seperti yang saya lakukan sebelumnya) padahal banyak sekali aktifitas yang dapat dilakukan disana yang akan membuat perjalanan ke Bali bukan hanya liburan rutin semata.

Continue reading Bali at its best

Emilie Nicolas; The next big thing in music industry

Pernah gak sih ketika dengar sebuah lagu pertama kalinya, seketika itu juga kepala dan badan merasakan sensasi yang tidak biasa? Mau senang, sedih atau campur aduk masing-masing pasti punya kesan tersendiri terhadap musik favoritnya. Seperti itu juga ketika gw mendengarkan lagu dari Emilie Nicolas, musisi yang berasal Norwegia. Awal tahu musisi ini sebenarnya dari salah satu idola gw sejak tahun 2013, Lorde yang sengaja ngetweet salah satu hits dari Emilie Nicolas – Pstero yang dianggapnya “share our little secrets”.

Bukan rahasia lagi kalau kita sebagai penggemar electro pop melihat Scandinavia sebagai sarang musisi electro. Makin kesini makin kreatif musiknya, tapi coba dengar deh lebih detail negara mana yang lebih ngepop dan mana yang lebih ngesynth. Norway yang mengusung Röyksopp dimana Swedia telah mengangkat Robyn, Tove Lo, The Cardigans, Swedish House Mafia, Avicii dan masih banyak lagi memasuki tangga lagu pop internasional. Tapi bisa dilihat juga mana yang lebih dekat hubungan industri musiknya ke Amerika? Hahah duh kenapa gw jadi kesannya bias ya.. anyway let’s take a closer look to this underdog!

Dibesarkan oleh keluarga pecinta seni di luar kota Oslo (Trondheim) sejak tahun 1988, Jazz dan Bossa Nova memiliki pengaruh kuat dalam aransemen musiknya. Karena latar belakang itulah jadi agak susah menebak ritme dalam sebuah lagunya, or it’s just me? Bisa dibilang bukan lagu yang karaoke-able. Kadang sebuah lagu hanya cocok untuk didengarkan daripada dinyanyikan, cocok buat yang isi kepalanya kebanyakan halusinasi. Karakter suara yang imut namun dingin ditambah kekuatan vokal yang konstan membuat penampilannya di dalam sebuah koser melebihi ekspektasi penontonnya.

Bukan hanya vokalis yang menjadi bintangnya tapi juga sang penabuh drum elektronik sekaligus produser di album Like I’m a Warrior, Eivind Helgerød mencuri perhatian penikmat album ini. Penampilannya di setiap konser yang spektakuler dengan pengahayatan yang mendalam membuat suasana konser Emilie Nicolas selalu mendapat respon yang sangat positif.

Note: sementara album Like I’m a Warrior hanya tersedia di iTunes store Norway, Spotify dll. Direncanakan release internasional awal tahun depan.

The Melting Pot Jakarta The Real Cheese Fondue

Apa sih yang bikin kamu kangen Swiss selain pegunungan Alpine dengan segala keindahan negerinya? Sudah pasti kangen juga dengan Cheese Fondue nya yang khas itu. Memang masih menjadi perdebatan mengenai asal muasal dari cheese fondue ini, ada yang menyebut dari Prancis ataupun Swiss. Untuk membuatnya adil saya berkesimpulan kalau makanan ini berasal dari Negara Swiss yang berbahasa Prancis dengan kata lain Swiss bagian selatan, toh tetanggaan juga.

Cheese fondue memiliki arti keju yang meleleh cocok dihidangkan sebagai makanan tengah untuk kongkow bersama teman atau keluarga. Keju lumer dalam mulut berjalan hangat hingga ke dalam perut cocok disajikan pada saat musim dingin ditemani segelas white wine. Konon apabila makan cheese fondue hindari minuman yang dapat membuat keju menggumpal seperti minum jus, beer bahkan air putih, gak masuk akal sih tapi daripada beresiko mending minum teh hangat, white wine atau kirsch yang lebih disarankan.

P1010060
Cheese Fondue restaurant in Luzern, Swiss.
P1010061
Garlic Cheese Fondue

Kerinduan saya akan cheese fondue ini akhirnya terbayar oleh hadirnya sebuah restoran yang menyajikan cheese fondue original di tengah pusat perbelanjaan Jakarta. Tak perlu lagi melamun tentang lezatnya cheese fondue, sekarang tinggal datang ke The Melting Pot  Fondue Restaurant di Plaza Senayan dan voila hangatnya lelehan keju gurih sudah siap tersaji. Tak hanya kelezatan cheese fondue yang akan didapat disini, pengalaman meracik serta filosofinya membuat restoran ini patut dikunjungi.

Penasaran akan apa yang ditawarkan dari restoran ini saya mencicipi hidangan mulai dari pembuka hingga penutup. Uniknya cheese fondue disini diposisikan sebagai starter atau pembuka daripada sebagai hidangan utama (saya pun baru tahu kalau sebelum salad ada makanan pembuka sebelumnya seperti keju, yoghurt dll dalam hal table manner). Urutan makanannya adalah sebagai berikut:

  • Cheese Fondue: berbagai jenis menu disajikan sesuai dengan selera pelanggan. Bagi yang suka dengan rasa keju gurih yang kuat bisa mencoba menu Cheddar (Cheddar + Emmenthal), Rp.108K pp. Bagi yang ingin mencoba keaslian cita rasa cheese Fondue sebenarnya bisa mencoba Classic Alpine Swiss ( Gruyere, Raclette dan keju Fontina), Rp. 128K pp.
  • Salad: Restoran ini memiliki dressing house blend untuk saladnya yaitu untuk The Melting Pot House Salad, Rp. 68K yang menurut saya agak creamy dan manis. Karena lebih suka sensasi asam di dalam salad saya lebih menyukai California Salad dengan saus Raspberry Vinaigrette nya ditambah keju Gorgozola yang beraroma kuat, Rp. 64K.
  • Entrée: Sebagai menu utama disini disajikan hidangan mulai dari seafood, ayam hingga daging merah. Setelah memilih jenis makanannya kita dipersilahkan untuk memilih metode memasaknya: Mojo (direbus dengan kuah sayuran beraroma bawang putih dan jeruk yang kuat) Rp. 68K, Coq Au Vin (direbus dalam anggur merah dengan aroma rempah , herbal dan jamur) Rp. 98K dan Bourguignonne (digoreng dalam mangkuk penuh minyak Canola dan dibungkus oleh adonan khasnya) Rp. 88K. Saya pun memilih bourguignone yang notabene paling heboh metode masaknya.
  • Dessert: sebagai penutup saya sempurnakan dengan Chocolate Fondue. Ada 2 jenis penyajian chocolate Fondue disini: Yin & Yang (paduan white dengan milk/dark chocolate dibuat secara manual dengan tangan terampil chefnya) dan Caramel Nut Flambéed (meskipun sangat manis atraksi kobaran api diatas lelehan coklat membuat saya memilih ini).

Buat yang ingin mencoba semua menu diatas dapat memilih set menu mulai dari harga Rp.468K++ sampai Rp. 598K++. Boleh bangga karena The Melting Pot yang berasal dari negri Paman Sam memilih Jakarta sebagai cabang pioneernya di Asia. Keramahan dan informatifnya pramusaji ditambah suasana restoran yang nyaman tidak hanya dapat melepas lapar tapi juga penuh dengan pengalaman . Keaslian cita rasa keju asli dari negara asal nya membuat menu masakannya jadi tidak asal asalan.

 

The Melting Pot Fondue Restaurant Jakarta

Jl. Asia Afrika No.8 Level P5 Unit CP516

Jakarta 10270

Phone/Fax: 021 5790 6057 / 57906056

Operational Hours: 11.30 – 23.00 (Sun – Thu) & 11.30 – 00.00 (Fri – Sat/Public Holiday/Eve)

MLDare2Fly (Flyboarding)

MLDare2fly

Ketika banyak kompetisi di digital media menawarkan begitu banyak hadiah. Namun yang satu ini patut diacungi jempol. Gak tanggung tanggung 5 pemenang dari kompetisi MLDare2Fly telah diberangkatkan ke Bali selama 3 hari 2 malam dengan kegiatan utama yaitu menjajal Flyboarding selama 2 hari berturut turut di Tanjung Benoa. Tapi gak cuma itu aja penginapan di hotel kelas atas dan kegiatan lainnya pun bisa dibilang jor joran mulai dari beach club hopping buat makan siang atau hanya leyeh leyeh menikmati sunset sampai menghabiskan malam di club paling exclusive di Bali saat ini. Dan yang gak kalah seru saya termasuk dalam salah satu pemenangya, yess! *wink wink*

Continue reading MLDare2Fly (Flyboarding)

5 Kedai Kopi Terbaik di Tangerang Selatan

Budaya kopi sedang berkembang pesat di seantero Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu. Tidak ketinggalan masing masing kota memiliki kedai kopi unggulannya ketika ibukota Jakarta sudah jenuh akan persaingannya. Contohnya di Tangerang selatan yang letaknya tidak begitu jauh dari pusat ibukota, tiap beberapa bulan ada saja kedai kopi baru bermuculan. Namun apakah semua sesuai dengan kriteria bagi penikmat kopi sebenarnya?

Continue reading 5 Kedai Kopi Terbaik di Tangerang Selatan

Trekking di New Zealand

Terlepas dari mudahnya akses untuk menikmati keindahan alam di New Zealand. Trekking di New Zealand merupakan agenda wajib yang dilakukan para pelancongnya. Selain akan terpana akan keindahan alam yang berbeda dari gambar yang teresebar pada umumnya, pengalaman trekking akan merubah cara pandang kita menikmati sebuah anugrah Tuhan, semakin kita berkorban semakin dalam kesan yang akan membekas. Bukankah itu tujuan kita traveling, demi mendapatkan kesan yang begitu mendalam agar dapat menghibur isi otak yang penuh dengan segala kekhawatiran?

DSC_0234

Continue reading Trekking di New Zealand

Scenic Road New Zealand

Cara terbaik untuk menikmati New Zealand adalah dengan menggunakan kendaraan bermotor. Tidak diragukan kalau kondisi jalan yang mulus dan sepi menambah kenyamanan berkendara di seluruh New Zealand. Sangking sepi nya gak kerasa kalau kecepatan mobil sering melebihi batas yg ditentukan, hati2 aja sama speed camera atau polisi yg sedang berpatroli karena siap menyergap anda yg melanggar aturan hahaha.. Pemandangan yang luar biasa cantik dan habitatnya akan setia menemani perjalanan selama menelusuri landscape disana.

Berikut beberapa scenic road  New Zealand yang tidak boleh dilewatkan selama road trip:

  1. Desert Road (North Island).

Rute sepanjang 10km ini terletak di Street Highway 1 (SH1) yang berawal di Rangipo dan berakhir di Waiouru. Dalam perjalanan ini kita akan melewati pegunungan vulkanik Ruapehu, Tongariro dan Ngaruhoe yang merupakan pegunungan tertinggi di North Island. Tidak hanya itu keunikan padang rumput yang menghampar luas membuat perjalanan ini begitu berbeda dengan pemandangan NZ pada umumnya karena memiliki iklim mikro khusus. Jangan heran kalau musim gugur sudah turun salju disini padahal kalau dilihat dari letak geografis nya yang masih di North Island kecil kemungkinan turun salju nya dan kalau Winter jalanan ini sering ditutup.

Jika perjalanan dilanjutkan ke arah selatan (Wellington) maka kita juga akan melewati Manawatu scenic drive, disini kita akan melewati sungai2 jernih dan lembah2 hijau yg depenuhi domba2.

Continue reading Scenic Road New Zealand

%d bloggers like this: