ETAPORAMA
DSC_0398.jpg

STORIES

stories about traveling, music, lifestyle by etaporama

Bali at its best

G0042081.jpg

Siapa dari kalian yang belum pernah ke Bali? pasti gak ada kan. Bahkan untuk kalangan wisatawan asing Bali mungkin lebih dikenal daripada Indonesia sendiri. Sebuah destinasi yang tak kenal musim – selalu ramai dikunjungi. Dengan pilihan yang tidak terbatas membuat salah satu pulau terbaik di dunia dari berbagai versi tidak cukup hanya sekali dikunjungi. Banyak dari kita ke Bali hanya bersantai di pinggir pantai, hang out di seminyak, berbelanja di Legian atau menikmati indahnya fasilitas villa di Ubud (seperti yang saya lakukan sebelumnya) padahal banyak sekali aktifitas yang dapat dilakukan disana yang akan membuat perjalanan ke Bali bukan hanya liburan rutin semata.

Seperti pada bulan Februari kemarin saya bersama rekan-rekan instagram saya seperti @kadekarini @asokaremadja @debucung dan @fernandchrs kebetulan diajak untuk bergabung dengan @thebaliactivities untuk menikmati Bali dengan cara yang sedikit berbeda dari kebiasaan saya. Mulai dari mengikuti kegiatan sea walking, arung jeram hingga spa di tempat yang lumayan premium, nggak cuma itu aja berbagai macam resto pun kami jajali yang belum kami ketahui sebelumnya.

Day 1

Kami tiba siang hari di Bali dari berbagai macam maskapai penerbangan dan diputuskan untuk berkumpul di restoran THE KITCHEN yang terletak di teras samping Sense Sunset Hotel Seminyak dekat dengan Bali Deli. Bingung naik apa dari Aiport Ngurah Rai ke pusat kota, saya memutuskan untuk naik Uber yang saat itu baru beroperasi di Bali. Satu persatu teman saya muncul dan kami segera memesan makanan dan minuman di The Kitchen. Menu makanan yang saya pesan saat itu Smoked Paprika Butterfish (Rp. 75.000) dan minumannya Cucumber Punch (Rp.38.000). Ditemani dengan dekorasi yang aktraktif ditambah semilir angin khas Bali membuat kerasan berlama lama disana. Hidangan modern western dan Asian fusion menjadi tema makan siang saat itu. Panasnya Bali saat itu dapat disejukan dengan minumannya yang dicampur secara kreatif dari buah-buahan segar.

Tak terasa waktu bergulir cepat dan kami segera menuju hotel untuk segera check in karena penerbangan pagi kami membuat badan rasanya enak untuk merebah sejenak. Lagi lagi kami menggunakan Uber menuju hotel, selain tidak repot harganya pun lebih murah dibanding model transportasi serupa. Akhirnya kami tiba juga di hotel TERRACE at KUTA. Hotel yang pernah menjajaki posisi wahid di Tripadvisor ini memang memberikan beberapa poin plus bagi yang menginap disana. Selain fasilitas yang lumayan lengkap (kolam renang, rooftop, dll), posisi di tengah legian dan harganya yang terjangkau membuat hotel ini menjadi pilihan tepat bagi yang ingin men-eksplore Bali dengan maksimal. Setelah mendapatkan kamar kami pun segera menulusuri sudut sudut hotel yang cukup photogenic. Setelah jeprat jepret sana sini di lingkungan hotel kami pun segera ke rooftop untuk menikmati indahnya sunset pulau dewata. Berpikir masih ada waktu untuk merasakan empuknya kasur hotel ini saya bergegas untuk tidur sejenak.

Ditengah lelapnya tidur sore kala itu kamar kami mendapat telfon karena harus bersiap-siap untuk makan malam. Memang ya kalau lagi liburan itu bawaanya lapar terus. Akhirnya kami meluncur untuk makan malam di KUKUSAN Steam Buns. Restoran kecil yang terletak di tepi jalan Gatot Subroto ini terlihat tidak begitu menonjol. Namun saya berani bertaruh kalau makanan disini sangat unik dan lezat. Dari judulnya terlihat kalau makanan khas yang dijual disini adalah roti kukus atau sejenis bakpao yang ditemani berbagai macam isian mulai dari beef rendang, red curry duck dan masih banyak lagi. Minumannya pun juga unik, beberapa disajikan dalam rantang berisikan buah-buahan yang menyegarkan. Malam makin larut perut makin membucit saatnya kembali ke hotel untuk tidur nyenyak..

Day 2

Masih belum mau lepas dari kasur tapi pagi pagi kami harus bergegas sarapan karena hari ini kami akan melakukan aktifitas dalam rangkaian @thebaliactivities yang lumayan menguras tenaga. Setelah sarapan kami berkendara sekitar 1.5jam menuju wilayah karangasem untuk melakukan rafting!! Yeay yang model begini nih bikin liburan makin seru. Sesampainya di base kami diberi pengarahan mengenai trick dan safety saat melakukan rafting. Sudah gak sabar lagi akhirnya kami dibagi dalam 2 kelompok yang masing-masing boat berisi 4-5 orang. Perjalanan sepanjang 16 km menelusuri sungai deras yang akan memacu adrenalin. Setengah perjalanan terasa sedikit berat karena kami harus sering mengayuh karena debit airnya yang belum cukup deras. Sesekali kami harus merebahkan badan karena di depan kami ada pohon yang jatuh melintang. Beberapa air terjun cantik pun kami lewati. Suhu yang sejuk di Karangasem membuat keringat tidak mengucur deras. Sampai akhirnya cuaca berubah drastis dari cerah ke gelap dan akhirnya hujan deras. Bukannya takut karena hujan malah perjalanan rafting akan semakin seru karena debit air semakin meningkat. Kami tidak perlu bersusah payah mengayuh karena kapal dengan sendirinya meluncur dengan cepat. Ditengah hujan deras kami pun sampai pada titik kapal kami akan meluncur melewati jurang setinggi 4 meter. Sensasi yang luar biasa menegangkan pada saat kapal kami terjun bebas menerjang derasnya arus sungai. Meskipun salah satu teman kami sempat terjatuh keluar dari kapal namun secara keseluruhan aktifitas ini sungguh berkesan. Akhirnya perjalanan sepanjang 16km pun usai dan kami digiring ke base untuk mandi dan makan siang.

Badan tentu saja terasa capek dan pegal setelah arung jeram - masih dalam rangkaian @thebaliactivities - sejatinya kami pergi untuk memanjakan diri dan melenturkan badan yang masih kaku di Puri Tirta Spa yang terletak di Sanur. Layaknya masuk ke taman bermain bagi kaum kerajaan disini terdapat kolam renang dengan pemandangan alam yang indah, tempat tunggu bagi anak kecil lengkap dengan mainannya juga bar untuk sekedar ngobrol selepas memanjakan diri. Ditemani lagu yang membuat rileks saya pun memilih paket spa 1 jam. Teknik pemijatan yang professional dibalur dalam minyak almond membuat badan saya segar bugar dibuatnya. Dan tak kalah penting tempatnya itu sangat bersih baik area indoor maupun outdoor.

Perut pun mulai keroncongan akhirnya kami memutuskan untuk makan malam di daerah Sanur. Sanur mungkin dikenal sebagai area yang kurang cocok dengan kehidupan anak muda. Tapi jangan salah sekarang area ini memiliki sebuah Restaurant/Bar layaknya di daerah seminyak lengkap dengan club jika malam sudah larut, Nu Lazer namanya. Mungkin inilah salah satu magnet bagi anak muda yang menetap di Sanur, Designya yang modern ditambah menu makanan-minuman yang sangat variatif membuat tempat ini ramai dikunjungi. Tak hanya itu saja alunan musik elektronik dan chill pun siap menemani pengunjungnya.

Day 3

Keseruan dalam @thebaliactivites belum usai. Hari ini kami isi dengan kegiatan seawalking. Saya pribadi belum pernah tau apa itu sea walking sebelumnya. Pagi setelah sarapan kami segera menuju Puri Santrian hotel and resort tempat dimana kegiatan seawalking dimulai. Seperti biasa, sebelum memulai aktifitas ini kami diberi pengarahan mengenai instruksi keselamatan dalam melakukan kegiatan tersebut. Agaak deg degan sih, bukan karena takut tapi ngebayangin bakal keren banget nih jalan didasar laut ditemenin ratusan hingga ribuan ikan hias berwarna warni.

Kami pun digiring ke pinggir laut dan segera memakai helm kedap udara untuk menyelam. Awalnya agak berat beban helm tersebut kalau diudara, namun jika sudah di dalam air tidak terasa memakai helm. Perlahan lahan kami berjalan didasar laut dan ikan pun segera menghampiri kami, tangan pun tak tahan untuk segera menyentuh mereka. Tak hanya ikan yang berwarna warni di dasar laut pun terdapat batu karang yang berwarna warni sebagai sumber penghidupan ikan tersebut.

Tak terasa waktu sudah habis untuk menikmati indahnya biota laut pantai sanur ini. kami pun segera menuju Cafe Smorgas untuk menikmati makan siang. sudah tentu sehabis aktifitas seawalking perut tak lagi bisa diajak kompromi. Dengan hidangan yang kebanyakan khas Swedia kami pun memesan hidangan yang unik khususnya snadwich khas Swedia. Ternyata di kawasan Sanur ini banyak resto enak dan tempat wisata yang menarik ya.. selama ini saya cuma berkutat di Seminyak atau Kuta.

tak terasa hari ini merupakan waktu untuk berpisah, sebuah pengalaman baru berlibur di Bali bagi saya. Lain waktu saya mau lagi mencoba lagi hal2 yang seru dari @thebaliactivities seperti bersepeda dll. bukan hanya kegiatannya yang atraktif namun harganya yang kompetitif dibanding penyedia jasa liburan yang lain. see you again Bali!!

TravelETAPORAMA