ETAPORAMA
DSC_0398.jpg

STORIES

stories about traveling, music, lifestyle by etaporama

Europe I

Tulisan kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya ketika berpergian ke Eropa Barat (27 October s/d 8 November 2011) pertama kali. Sudah menjadi impian sejak lama saya ingin bisa pergi kesini karena daya tarik sejarah, alam dan society nya. Kebetulan pada saat itu ada ticket promo yang dijual Air Asia, untuk PP Jakarta-Paris (Orly) saya hanya perlu membayar 6.5 juta rupiah saja sudah termasuk bagasi 20-25 kg dan makan, untuk kepergian 8 bulan kedepan, oia saat itu penerbangannya fly-thru jadi 1 bookingan saja. Jangan sampe gak pesen makan ya.. repot nanti makanan habis sedangkan perjalanan masih sangat lama bisa cranky nanti di dalem pesawat :p.

Setelah masalah ticket selesai, saatnya untuk apply visa, negara yang saya apply saat itu adalah Prancis karena menurut ketentuannya adalah "pengajuan visa harus berdasarkan negara yang pertama kali dituju, kalau tujuan masing2 negara dihabiskan dalam waktu yang sama atau negara yg paling lama dikunjungi". Pada saat itu pengajuan visa Prancis hanya bisa dilakukan melalui agent yang diutus pihak French Embassy yaitu TLS Contact dengan biaya 95Eur (60 Eur visa + 30 Eur Agent). Untuk syarat dokumennya sendiri sih cukup banyak. Kita dapat memantau perjalanan dokumen visa kita via online dan dikabarinnya juga via email apakah diterima atau ditolak, waktu itu proses sampai diterbitkannya visa sih 2 minggu (10hr kerja). Oia pengajuan visa dapat diwakilkan kok tenang aja. Untuk Travel Insurance waktu itu saya menggunakan jasa insurance dari Cigna, bayarnya 600rb kalo gak salah. Alhamdulillah visa akhirnya disetujui meskipun pas banget sih buat 2 minggu, salah satu teman saya yg ikut pergi dapet circulation visa untuk 3 tahun, ya maklum tiap tahun selama 3 tahun ke belakang pasportnya penuh sama visa Schengen dari Perancis.

 

Hari Pertama

Kami berangkat dari jakarta sore sekitar jam 16.00 salah tiba di KL malam untuk transit selama 3 jam, dilanjutkan penerbangan ke Perancis dan sampai di Prancis pagi hari jam 7 pagi di Bandara Orly dan kami harus pindah airport ke Charles de Gaulle. Perjalanan dari Orly menuju CDG dapat menggunakan Airport shuttle, lebih ringkas dan murah sekitar 15 Eur saat itu per orang. Setibanya di CDG kami check in untuk pesawat Easy jet menuju Barcelona, tiket yg kami dapat saat itu berkisar 75Eur, yg dibeli 2 bulan sebelum keberangkatan. Berangkat jam 2 siang, sampai di Bcn jam 4 sore. Easyjet mendarat di Terminal2, yg mana dikhususkan untuk budget dan domestic airlines. Dari sini kita pun kembali menggunakan Shuttle bus (5.75eur) menuju city centre dan berhenti tepat di sebrang hotel tempat kami menginap H10 Universitat (kebetulan lagi ada promo di booking.com). Pertimbangan saya menginap di kawasan Universitat/Eixample ini adalah karena kemudahan transportasi dan hiburan malamnya, Tapi setelah saya berkunjung kesana saya sangat menganjurkan untuk menginap di kawasan El Born. Disini kawasannya lebih banyak cafe2, toko2 trendy, dan bangunannya cantik2 khas spanyol dengan harga yg lebih reasonable.

Malam hari kami segera pergi cari makan ke kawasan El Born, dan akhirnya makan di restaurant bernama Petra yang katanya terkenal dengan tapasnya yg enak (tapas: makanan yg disajikan dalam porsi kecil biasanya diatas roti mini bisa ditambahkan daging, telur atau apapun), menurut sy sih biasa aja, ngantri banget iya.. Setelah itu kami sempet2in beli sepatu yg emang udah diincer dari Indo merknya Munich Sport soalnya bener2 made in Barcelona dan gak ada di negara lain (padahal namanya Munich harusnya buatan Jerman sik). Setelah selesai kami juga berburu dessert hasil dari penelitian yg cukup lama sebelum pergi hahhaha.. Sampai lah di BUBO , ditempat ini dijual Macaroons yg terkenal enak katanya, dan coklat2 yg lainnya, disini sy beli oleh2 coklat buat di Indo soalnya rasanya benar2 unik, asin manis pahit gimaanaa gitu hahaha...

Setelah semua terpenuhi kami pulang ke hotel menggunakan metro (MRT), disini sy mengalami hal buruk, saya dicopet! Jadi gini bang napi, pada saat saya naik eskalator ada 2 di depan saya dan 1 orang di belakang sy, pas udah mau keluar eskalator 2 org yg didepan sy tadi semacam gak mau keluar dan nahan saya dari depan sementara 1 orang yg dibelakang saya ngasih tau saya kalo korek api saya jatuh terselip eskalator, tapi saya curiga karena 3 orang ini kok lagaknya aneh terburu2 gitu, setelah saya didesak dari belakang 3 orang itu jalan buru, dan saat itu juga saya meraba kantong belakang jeans saya dan mendapati sudah hilang, sontak saya teriaki itu orang dan saya kejar dan saya dorong ketembok, ketika itu juga org yg saya dorong melemparkan dompet sy ketemennya tapi saya rebut dari tangan temennya dan saya dorong dia ketembok juga, ehhh pada larii tuh orang, orang lokal sih kayaknya bukan kulit hitam gitu bang...berasa jagoan sy malam itu. sedikit incident kecil yg lumayan bikin BT malam itu. Namun kata penjaga warung di stasiun metro, kalo saya lapor ke polisi orang itu akan dihukum sangat berat karena telah mencuri dari wisatawan! wisatawan sangat dilindungi katanya.. Alhamdulillah... Akhirnya ampe di hotel langsung teparrr

 

Hari kedua

Saya memulai perjalanan pagi2 ke Las Ramblas pedestrian yg terkenal karena art street performancenya dan juga kawasan belanja dan makanan, disini saya sempatkan untuk brunch di salah satu resto yg menurut saya overpriced, maklum tourist trap tapi enak kok lebih kerasa gtu bumbunya hahaha.. Dari sini saya lanjut jalan kaki menuju MACBA dan CCCB (kompleks museum kontemporer di Bcn) setelahnya saya melanjutkan perjalanan ke Casa Mila dan Casa Batllo (Casa: Rumah), 2 bangunan tersebut dibangun oleh Antonio Gaudi seorang seniman terkenal yg mempunyai design yang sangat unik, kalo saya lihat dari bangunannya dia menghindari sudut2 tajam di tiap sudut. Oia semua yg saya sebut diatas data ditempuh dengan jalan kaki, deket2 kok. Inilah salah satu motivasi saya mengunjungi Barcelona karena banyak arsitektur Gaudi nya..

Dari sini saya kembali melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju National Museum, disini saya gak sempat masuk karena waktu nya terbatas banget jadi cukup foto2 dari luar aja, karena bangunannya sendiri udah keren.. Selesai dari sini kami berjalan ke Poble Espanyol, meskipun beberapa   review di trip advisor ada yg bilang nggak bagus tapi menurut saya inilah tempat yg paling berkesan buat sy, tempat ini merupakan kompleks diatas bukit dimana bangunan2nya sengaja diawetkan dengan arsitektur khas Catalan dan di tempat ini juga banyak menjual barang2 seni dan cafe2 romantis yg berada di gang2 kecil dengan jalanan bebatuan, pokoknya unik dan harus dikunjungi jika kita ke barcelona dan punya waktu terbatas. Saya justru beli beberapa oleh2 disini karena barangnya unik2, gak pasaran meskipun sedikit lebih mahal, tapi kualitasnya lebih bagus.

Hari pun sudah semakin sore dan kami kebetulan ada janji dengan seniman lokal untuk pergi ke showroomnya, karena sebelum pergi ke bcn saya memang ngincer lukisan2 kontemporer hasil seniman yg emerging bukan yg well known, gak mampu lah hehehe.. Kami pun mengunjungi apartemennya, lantai 5 tanpa lift/eskalator, ngos2an udah seharian jalan sekarang hiking pula.. Artist nya bernama Nicolas Morales Areggui dan istrinya Marion Morales, istrinya sangat ramah menyambut kami, mereka ini pasangan muda sih. Di apartemennya kami melihat semua koleksi lukisannya Nico, akhirnya saya memutuskan utk membeli 2 lukisannya setelah nego abis2an. Setelah beberapa jam bincang2 di apartment nya akhirnya kami memutuskan untuk pulang saja karena malamnya kami akan pergi ke salah satu club yg happening disana, Razzmataz. Club ini emang gede banget ukurannya ada 5 hall, salah satu hallnya buat pertunjukan live band2 international, hall yg lain lagu2 latin, hall yg lain lagi lagu2 electro/house, ada pop bar dan ada the loft buat penikmat chillout. Kebetulan saat itu bagian live performance nya kena charge lagi jadi ya saya nikmatin yg buat electro housenya, beuuuh crowdnya emang gila karena emang musiknya bener2 unik, gak mainstream dan seruu.. beda sama disini :p.

Hari ketiga

Hari ini masih di Barcelona, pagi2 kami mulai pergi ke Sagrada Familia kesiangan sih maklum hehe. Lokasinya berada sedikit di luar barcelona, Gereja ini juga dibangun oleh Gaudi tapi sayangnya sebelum bangunan ini rampung Gaudi sudah meninggal kecelakaan ditabrak tram, namun pada saat itu tidak ada yg mengenal dia sebagai Gaudi, disangka pengemis karena pakaian yg digunakan compang camping sehingga pada saat kecelakaan dia tidak langsung mendapat perawatan yg maksimal.. Rest in Peace :'(

Dari sini saya melanjutkan perjalanan ke Parc Guell, merupakan sebuah taman luas yg dibangun oleh Antonio Gaudi juga, bangunanya lucu2 mirip rumahnya smurf. Oia sebelum kami pergi, pagi tadi kami check out hotel dan menitipkan koper kami di tempat penitipan tas dekat stasiun bus yg akan menuju airport. Setelah perjalanan selesai kami kembali ke tengah kota karena sorenya kami harus ke airport menuju Roma. sesampainya di Barecelona airport (El Prat) kami check ini ke meja Ryan Air, oia harga tiket kami dapat 70Eur. Sampai di Roma (Ciampino) malam jam 8, dari airport pun kami menggunakan shuttel bus menuju Termini Station, sebuah station hub kereta di rome. Sesampainya di Termini kami berjalan kaki menuju hotel, kirain dekat eh ternayata jauh juga (2km) untung jalanannya menurun dan malam itu dingin sekali 12C, jadi gak terlalu capek hehe..

Kami udah booking di Hotel Adas alias Bad-ass, sesampainya di hotel kami diberikan kamar cadangan yg tidak sesuai dengan kondisi pesanan kami (kamar mandi diluar, buka kamar langsung tempat breakfast) lahh bayangin aja pagi2 mau mandi diliatin orang yg lagi sarapan, bikin naik pitam aja, soalnya resepsionisnya bilang kamarnya non refundable, setelah ribut sana sini akhirnya kami cuma dibebankan 1 malam. Terpaksa esok harinya kami pindah ke hotel yg lebih proper gak jauh dari hotel Bad ass ini, Gelano Hotel, ya emang lebih mahal sih cuma ya gpp lah..udah keburu gondok.

Hari keempat

Pagi hari kami mulai perjalanan ke Colloseum yang hanya few steps from the hotel, sebelumnya saya sarapan dulu di sekitar Via Cavour (Via:street), saya pesen spaghetti bolognaise, bedanya spaghetti indo dengan yg ada disana menurut saya disana lebih light, tomat nya lebih kerasa dan gak terlalu banyak penambah rasa jadi lebih fresh.

Setelah selesai mengunjungi colloseum saya melanjutkan perjalanan ke Vatican, sebuah negara kecil di dalam sebuah Negara (Italy). Disini saya ambil group tour guide yang banyak ditawarkan di luar area Vatican, lumayan mahal sih memang untuk ukuran group (70-80 eur), tapi daripada tersesat didalam dan menghabiskan waktu mending ambil tour aja lah. Tour nya lumayan lama 4 jam lebih jalan2 di dalam vatican, emang gede banget sih di dalamnya..

Selepas dari vatican saya menuju Via Condotti, sebuat kawasan perbelanjaan yg terkenal di Rome, di situ juga terdapat Spanish Steps. Selepas window shopping di Via Condotti saya menuju ke sebuah cafe yang terkenal akan Gelato nya yang original, Giolitti. Cuaca dingin tidak mengurangi rasa pensaran saya terhadap gelatto yg terkenal dari Italy ini. Dan hmm emang enak banget gelato disini. Selesai semuanya saya pun menuju hotel karena seharian banyak jalan kaki rasanya kaki ini seperti abis nge daki gunung 3000 meter, capek beuuud...

Hari Kelima

Pagi ini kami memulai perjalanan ke Factory Outlet di Rome Castel Romano, untuk menuju ada beberapa alternatif selain shuttle bus ada juga shuttle van. Kami amemilih untuk mengambil shutle van karena kalo pakai shuttle bus pick-up point nya jauh dari hotel tempat saya menginap, sedngkan shuttle van akan di jemput di hotel memang harganya lebih mahal 29eur/person return, kalo shuttle bus 13eur/person. Tapi setelah saya hitung2 sama aja ongkos taxi ke shuttle bus pick up pointnya aja udah mahal. Oia, menurut saya line metro di rome ini kurang terintegrasi dengan baik dan stationnya kurang mengakomodir kebutuhan sy sebagai wisatawan dan cuma ada 2 line. Jadi transportasi yg diandalkan disana kalo gak bus ya taxi. Ditempat ini dijual barang2 designer dengan diskon sampai 70%.

Setelah mengunjugi tempat ini sampe sore saya melanjutkan perjalanan kuliner mengunjungi sebuah cafe yg terkenal dengan dessert nya, Ciuri Ciuri. letaknya persis dibelakang hotel tempat saya menginap. Setuju dengan review2 yang ada, dessert yg disajikan disini unik2 khas Sicily.

Hari keenam

Pagi hari kami menuju Termini station, tempat pick up station shuttle bus menuju airport, kali ini airport yg kami tuju bukan Ciampino tapi Fiumicino, dengan destinasi berikut adalah Switzerland, Basel tepatnya (kami menggunakan jasa Easyjet dengan harga tiket 65eur). Basel airport atau yang lebih dikenal dengan Euro Airport Basel Mulhouse Freiburg ini, merupakan airport yg tepat berada di perbatasan Swiss - Prancis. Kami pun sempat tersesat karena kami keluar di bagian negara Prancis, dan harus masuk lagi ke airport untuk bisa keluar ke negara bagian Swiss. Dari airport sini kami menggunakan bus menuju Basel train station, karena tujuan perjalanan sebenarnya adalah Luzern. Perjalanan kereta dari Basel ke Luzern memakan waktu 1 jam.

Sesampainya di station kereta di Luzern saya menyadari bahwa salah satu lukisan yang saya beli di barcelona hilang! Saat itu juga saya menuju ke tourist centre untuk mencari tahu no telfon company bus yang saya gunakan dari airport basel ke Basel train station, karena saya yakin lukisan tersebut tertinggal di dalam bus yang tadi. Namun malam itu tourist centre udah tutup dan disarankan besok pagi datang kembali menurut salah seorang yg saya tanya disana. Setelah itu kami menuju Hotel tempat kami menginap yaitu ETAP Hotel (paling murah seantero Luzern untuk ukuran hotel) dengan menggunakan bus, tentunya saya tanya dengan orang sekitar naik bus nomor berapa. Karena waktu sudah malam, kami sempatkan untuk mencoba mencari restoran khas swiss khususnya yang menyediakan Cheese Fondue, akhinya kami menemukan restoran yang masih buka malam itu dan untungnya cheese fonduenya benar2 lezat dengan tambahan rasa garlic, membuat malam yg begitu dingin sedikit hangat. Nama restorannya Fistern Zunfhausrestaurant, yang terletak persis di pinggir chapel bridge (Keppel brucke), memang sedikit overrated sih seorang bisa kena 500rb an + hot wine + dessert chocolate fondue. Pelayan di hotel ini juga ramah banget sampe2 dia ikut simpati atas kehilangan lukisan yang saya beli itu, dan dia tanya ke manajernya no telfon bus company di Basel itu dan akhirnya dapet juga, tapi tetap saja saya harus telfon keesokan harinya jam kerja. Atas insiden tersebut sedikit membuat mood liburan kali ini tidak seperti yg saya inginkan, saya masih terbayang2 akan kehilangan benda yang sangat saya sukai itu :'(

Hari Ketujuh

Di hotel ini tidak ada sarapan kalo mau sarapan kena charge nya mahal, ya mending cari di luar deh. Saya memutuskan untuk cari sarapan di Luzern train station. Sebelum itu saya pun harus menelfon bus company untuk cari tahu apakah mereka menemukan barang yg hilang tersebut. Setelah berhasil berbicara dengan pihak bus company, dia cuma bisa bilang bahwa biasanya kalo ada barang tidak bertuan baru akan sampai 1 minggu setelahnya di kantornya, lost and found section, ahh sudahlah makin hopeless aja mana yg bisa bahasa inggris terbatas lagi orangnya, tapi mereka bilang untuk coba datang ke office nya yg ada di Basel, hmm ya terpaksa deh itinerary sedikit terganggu karena besok saya harus ke Basel untuk cari lukisan saya itu.

Setelah urusan telfon selesai kami segera beli tiket Mt. Titlis pass. Harga ticket pass tersebut lumayan mahal sit sekitar 1 jt per orang return (Luzern base), bias juga dibeli dari Interlaken atau Basel atau manapun tapi yg paling deket ya dari Luzern, eh mirip2 deng dengan Interlaken deket juga hehe lupa.. Di dalam ticket tersebut sudah mencakup train (Luzern - Engelberg) dan kereta gantung (Engelberg - Titlis summit).

Perjalanan dari Luzern ke Engelberg ini kita akan disuguhkan pemandangan alam yang begitu indah dan alami, melewati danau, pegunungan, kampung2 kecil tapi keliatan mahal sih dan peternakan sapi tentunya, kebanyakan sapi dibanding orangnya hehehe... Sesampainya di Engelberg sy harus berjalan menuju Station kereta gantungnya, jaraknya kira2 700 meter lumayan jauh tapi itu bakalan terobati dengan apa yg kita lewati, rumah2nya keren2 pemandangannya apalagi! karena kota kecil ini dikelilingi gunung2 es ditambah pada saat itu autumn jadi pepohonannya warna warni ihiiy.. Sesampainya di stasiun sy harus menukar tiket tadi yg dibeli dengan Titlis pass, kebetulan pada saat itu lagi banyak turis dari China (gak di mana2 deh). Akhirnya naik kereta gantung juga, kereta ini selama perjalanan akan berputar terus supaya para pengunjung bisa menikmati keindahan alam sekitar 360 derajat (Titlis Rotair). Lumayan curam sudutnya karena kita harus sampai pada ketinggian 3000an meter dengan cepat. Sesampainya di summit saya pun segera menikmati udara luar yg pada kenyataannya sangat tipis oksigen, membuat saya cepet ngos2an, sebetulnya pada saat winter area ini dijadikan ajang utuk wisata ski namun pada saat autumn hanya sedikit area yg dapat digunakan untuk ski. Saat itu pun angin juga sangat kencang membuat saya jalan makin sempoyongan hehehe.. bener2 breathtaking pemandangannya, kita bisa melihat glacier2, es abadi dari pegunungan Alpen dan kota 2 dibawahnya.. :') sudah puas menikmati Mt. Titlis sy segera pulang menuju Luzern, sesampainya di kota Luzern saya cukup berkeliling di Old town nya saja karena kota ini cukup kecil, bisa dikelilingi dalam tempo 1 hari aja. Beberapa point of interestnya a.l.: keppel bruke, Lake Luzern dan KKL (Art Museum).

Hari Kedelapan

Setelah sarapan kami bergegas menuju train station dengan tujuan Basel. Sesampainya di Basel saya menuju ke kantor bus company tersebut, untung letaknya di tengah kota persis di depan central market sebelah kantor polisi. Di kantor ini pun saya menceritakan kronologis lengkapnya, namun setelah dicari di gudang, lukisan yg saya cari pun tetap tidak kembali :'(. Mereka memberikan solusi untuk mengirimkannya apabila lukisan tersebut ketemu tapi hanya di sekitar Swiss Prancis atau German. Akhirnya saya memberikan alamat hotel tempat saya menginap di Paris dengan harapan lukisan tersebut bisa cepet kembali. Sampai sekarang pun lukisan itu udah berada di tangan orang lain :'( Selesai urusan di kantor itu saya menuju ke Stadion olahraga yang sedang mengadakan Tournament Basel Open. Saya gak masuk soalnya tiketnya mahal banget 2 jutaan, kebetulan saat itu udah semifinal dan ada Roger Federer pula lagi main. Selesai mengunjungi stadion tersebut saya kembali ke Basel Train station untuk beli tiket ke Paris. Harga tiketnya kalo gak salah 800rban dengan waktu tempuh 7 jam an. Selama perjalanan kita akan bisa melihat perbedaan yg mencolok ketika masuk ke area perbatasan antara Swiss dengan Prancis, keliatan banget sih gap nya, di Swiss rapih dan keren2 rumahnya pas masuk ke Prancis banyak coret2an hehe.. Saya sampai di gare du Nord malam jam 8. dan langsung menuju hotel tempat saya menginap menggunakan Taxi yaa kalo gak salah abis 200rban lah..

Saya menginap di hotel Le Compostelle yang terletak di Arrondisment 4 Le Marais, di kawasan ini terkenal akan kawasan hiburan malam dan tempat trendy shoppingnya di arrondisement ini juga terdapat Centre Pompidou, sebuah museum kontemporer yang menjadi salah satu tempat wajib kalo berkunjung ke Paris. Saya sih bener2 puas sama hotel ini karena harga dan lokasinya bener2 sesuai harapan (Station Hotel de Ville), namun seperti kebanyakan hotel di Eropa, jangan berharap mendapat kamar luas, lobby luas ataupun lift luas, hal itu hanya ada di Asia! disini semua serba mini dan sesek hehe.. Liftnya aja cuma cukup 4 orang belum termasuk koper hehhe..Di kawasan ini kalo mau cari makan gampang, banyak yg buka sampe malem meskipun hanya makanan kecil tapi juga terdapat banyak resto favorite di Paris terletak di Le Marais ini.

Hari kesembilan

Hari ini kita mengunakan Bus Hop On Hop Off supaya bisa keliling main attraction di Paris tanpa membuang waktu cari2 alamat, cukup membayar 25Eur per orang untuk 24 jam. oia HOHO disini cepet banget penuhnya dan gak jelas pick up pointnya dimana, tapi akhirnya saya bisa dapet seat di dekat hotel di Hotel de Ville.

Jam makan siang pun sudah tiba, tapi kita gak tau mau makan dimana, sebenernya sih ada tempat makan inceran kita tapi jauh posisinya, mau naik metro ribet pindah2nya. Akhirnya kita tanya aja ke penjaga toko tempat kita beli sedikit barang2.. sekalian practicing my by basic french. Dengan sangat ramah pelayan toko tersebut memberi kita informasi mengenai restoran terdekat yang banyak dikunjungi oleh orang lokal bukan tourist trap. Nama restonya Hippopotamus, resto ini sebenernya resto franchise tapi bukan cepet saji juga karena menu yang dihidangkan itu semacam Steak, tapi bukan steak seperti yg kita bayangkan sih.. intinya ini tempat untuk penyuka Daging Sapi!! Emang gak salah deh ini resto makanannya bener2 maknyuss dan harganya juga gak terlalu mahal untuk seukuran daging 400gr yg kita pesan, fresh, juicy dan sausnya macam2, panteslah banyak warga lokal yg makan disini. Selesai makan kita lanjut HOHO tournya.

Sampe akhirnya sore pun tiba, kita memutuskan balik ke Hotel buat mandi and cari makan malam sebelum kita pergi ke club hehe.. Tujuan berikutnya adalah sebuah disco club yang lagi ngetrend disana namanya Le Cabaret, letaknya dekat Musee du lovre di arrondisement 1. Pas mau masuk gilaa yg nunggu diluar aja sesek gitu gimana di dalamnya, padahal katanya ini tempat upmarket. Ngeliat crowdnya keterlaluan kita putuskan untuk balik pulang aja, lagian udah capek banget seharian jalan sana sini.

Hari Kesepuluh

Pagi pagi kita sudah meluncur untuk cari sarapan dekat hotel yang kebetulan tempat ini wajib dikunjungin kalo ke Paris, menu andalannya itu Falafel (seasoned veggie balls), makanan khas Lebanon dan sekitarnya, mirip sandwich cuma sayurannya lebih packed, sausnya juga beda dan tentunya veggie balls atau disebut Falafel didalamnya. Tempat ini pun menjadi tempat favorite Lenny Kravitz kalo dia lagi di Paris, banyak bener foto dia dipajang, kayaknya setiap dateng tuh orang difoto dah.. Emang gak mengecewakan beneran itu Falafelnya beda dengan falafel yg pernah saya makan sebelumnya dan harganya yg murah. Yang ngantri juga gila2an tapi cepet sih pelayanannya. Eh iya nama tempatnya L'as du Falafel. Selesai makan disini saya menuju Bob's Kitchen, kalo resto ini khusus buat vegetarian dan semua bahannya organik, Tempat ini cukup terkenal di kalangan anak muda, wartawan dan artist (seniman) local, enak memang makanannya tapi tempatnya sempit. Pengunjungnya juga caem2 dan trendy2 hahaha apalagi yg jualannya bak model :3

Selesai breakfast hopping, saya pun menuju Centre Pompidou, sebuah museum modern/kontemporer terbesar di Paris. Kita menempuh cukup jalan kaki saja karena memang deket dengan Hotel kita menginap. Dari sini kita pun menuju Musee du Louvre, gak masuk ke museumnya sih, kita cuma masuk ke tempat perbelanjaannya aja yg terletak di underground, kenapa kita gak masuk museumnya? Soalnya banyak yg bilang koleksinya sedikit dan Monalisa nya itu overrated, soalnya lukisan itu ukurannya kecil tapi yg ngantri liat panjang banget. Selesai di Louvre sore hari kita melanjutkan perjalanan ke Arc de Triomphe  lalu Champs Elysées yang mana di boulevard ini merupakan pusat perbelanjaan barang2 high end. Karena belum juga kesampean buat clubbing di Paris kami memutuskan buru2 pulang ke Hotel dan segera beberes menuju ke sebuah bar/club bernama Wanderlust yang terletak di Arrondisement 13. Tempatnya cukup menarik karena terletak di sebuah kompleks art dan fashionyang tempat bersebelahan di sebelah sungai Rheine, areanya pun cukup luas (Outdoor) dan pengunjungnya pun mixed dari abege sampe manula hehe.. Musik yang diputar pun cukup membuat suasana dingin malam itu berubah menjadi panas haha.. Sampe sampe saya lupa waktu.

Hari Kesebelas

Berhubung semalem pulang pagi, saya bangun kesiangan. Akhirnya saya meutuskan untuk jalan2 sekitar Arrondisement 4-3 aja sambil habisin waktu untuk nonton Tennis yang dimulai sore hari. Akhirnya waktu pun tiba untuk nonton Paris Open at Bercy ATP 1000, laga ini termasuk paling terkenal setelah Roland Garros. Ajang ini bertempat rada minggir dari tengah kota, but accesible by Metro kok. Setelah sampai di venue, kita langsung menuju loket untuk beli tiket. Eh.. tapi yang namanya rejeki emang gak disangka2 ya, soalya pas jalan nuju loket ada orang Prancis nawarin tiket setengah harga (20eur) dan masih valid tentunya pertama sih kurang percaya karena takutnya ini calo abal2, tapi kalo dr penampilan sih emang kece dan suami istri pula dan dia bilang dia akan antarkan sampai ke gate untuk make sure kalo tiket ini valid. Akhirnya deal lah kita dan bisa nonton pertandingan tennis ini yang sudah memang kami niatkan ketika merencanakan euro trip ini.

Venue nya sendiri cukup menarik karena dibuka dengan laser show yg canggih dan sangat menghibur. pertandingannya overal seru, lebih seru nonton live karena crowd Prancis itu dikenal heboh dan ekspresif sih. ajang ini selesai jam 12 malem dan pulang lah kita naik metro lagi.

Hari Keduabelas

Subuh2 buta kita udah harus menuju Orly airport karena flight Air Asia nya pagi banget dari Paris ke KL, ya terpaksa naik taxi yg kalo di konversi 300-400rb dari tengah Paris ke Orly. So far perjalanan kali ini hampir tidak mengalami kendala di imigrasi, Alhamdulillah semua lancar.. Overal total budget 25an Juta udah termasuk belanjaan. Jadi sebenernya bisa diteken sih tapi ya rugi juga ke europe gak belanja, meski konon belanja di Asia lebih murah, anyhow barang yg dijual di Eropa itu beda edisi nya dengan yg dijual di Asia yg mana lebih keren dan kalo diskon ya beneran DISKON gak tricky!

See you on my next trip yaw.. Stay Tuned!!!

Dream..  Discover..  Explore..