ETAPORAMA
DSC_0398.jpg

STORIES

stories about traveling, music, lifestyle by etaporama

Europe II

Perjalanan kali ini merupakan trip kedua saya ke Eropa yang meliputi Praha, Nuremberg, Munich, Berlin, Amsterdam, Brussel dan Bruge (13 February – 27 February 2013).  Ya ya ya.. Pasti banyak yg bilang gila aja pergi tanggal segitu, tapi emang saya suka sama yang namanya dingin sih apalagi salju, udah puas soalnya kepanasan di Indonesia, selain itu rasa penasaran saya terhadap kota2 yang pernah mengalami era komunisme membuatsemakin terpacu (diilhami perjalanan saya waktu itu ke Kamboja).

Airlines

Saya mulai mencari tiket ini sejak 4-3 bulan sebelum kepergian, akhirnya pilihan jatuh kepada Lufthansa karena pertimbangan durasi penerbangan, harga dan destinasi. Harga waktu itu 1090 USD (Promo utk ukuran Star Alliance) untuk rute Open Jaw. Rute yang saya pilih, pergi (Jkt – Spore – Frankfurt – Prague durasi 19 jam termasuk transit) pulang (Brussel – Frankfurt – Singapore – Jkt durasi 17 jam termasuk transit).  Sebenernya ada tiket promo waktu itu dari Turkish airlines sekitar 865 USD namun destinasinya tidak sesuai dengan itinerary saya (harus nambah domesticflight) dan durasi penerbangannya lebih lama.

Visa

Setelah urusan tiket selesai saatnya pengurusan Visa, kali ini saya mengajukan visa nya melalui kedutaan besar Republik Ceko di Menteng. cukup murah biayanya bila dibandingkan Negara Eropa barat yang lain sekitar 700rb dan tidak bisa diwakilkan, tidak ada Appointment tapi hanya bisa hari Selasa dan Kamis utk apply . Silahkan kunjungi websitenya untuk lebih lengkap mengenai dokumen, waktu dan alamatnya http://www.mzv.cz/jakarta/en/consular_affairs/index.html . Yang buat beda, dokumennya harus lengkap termasuk transportasi domestic selama disana bisa bus, pesawat atau kereta, booked atau issued. Visa saya selesai dalam waktu 2 mingu termasuk hari libur ya..

Hari Pertama (Jkt – Sg – Furt – Prague)

Karena penerbangan Lufthansa dari jakarta sudah ditutup jadi kami harus naik partner airline nya yaitu Value air/Jet Star, berhubung belinya Lufthansa dapet deh kita first class nya Value air (jangan bayangin macam 1st class airlines full board lho Hahaha.. ini sih cuma 1st row aja). Berangkat sekitar jam 5 sore nyampe di spore jam 8 an dan karena kita harus transit selama 4 jam kami manfaatkan untuk melipir ke kota Singapore, Tampines tepatnya untuk beli pakaian dalem hangat (Uniqlo-Heat tech yg ternyata gak fungsi2 amat) karena sadar bakalan extreme dinginnya. Selesai sedikit shopping kami balik ke spore airport untuk melanjutkan penerbangan ke Eropa naik Lufthansa Airbus A380-800. Baru kali ini naik pesawat yg gedenya naujubile 2 tingkat, seluruhnya ya bukan macam yg tingkat di depannya aja, kalo itu sih yg ke Bali juga ada. Beneran mulus pesawat ini dari take off sampe landing gak berasa dan pramugarinya juga ramah2 kecuali makanannya standar abis!

Sesampai di Frankfurt keesokan harinya kami hanya punya 1 jam utk transfer pesawat menuju Prague. Airport Frankfurt sih gede cuma pengep ya soalnya ceilingnya pendek. Tibalah kami di Negara yg bener2 asing (dari segi bahasa), Czech Republic!! Setibanya di Airport Prague kami langsung menuju halte bus yg tepat berada di arrival gate (Saljunya tebel gila), kita naik bus no. 119 menuju Dejvicka metro station, dari sini kami lanjutkan ke station Staromestska yg dekat dengan hotel tempat kami menginap (Hotel Rott). Harga tiket bus + train/metro udah jadi satu ya bukan terpisah, harganya 32 krone (lewat vending machine kalo by driver 40 krone) atau sekitar 17rb rupiah, murah yaa, cuma ya gtu repot bawa2 kopernya ahaha (tenang most stations ada escalator kok). Oia metro station di prague ini edgy2 banget arsitekturnya.

Setiba di hotel (jam 12an siang) kami langsung jalan2 di Old Town Square, tempat berdirinya Astronomical Clock dan gedung iconic bersejarah lainnya dan cari2 kudapan, Hot Wine tentunya untuk menemani suhu yang -3C brrr..  Selesai jalan2nya kami kembali ke hotel untuk istirahat sejenak karena malam harinya kita akan mengikuti local tour yg namanya The Witch Tour. Prague ini terkenal sebagai kota penyihir dan urban legendnya, pokoknya harus ikut walking tour ini yg harganya juga murah cuma 15 Eur 1.5 jam, udah gtu selesai tour kita dikasih reference restoran local yg enak. Karena kita puas dengan walking tour nya bersama tour guide Martina akhirnya kita memutuskan untuk ambil private city tour untuk keesokan harinya dari agent yang sama yaitu Art of your Travel.

Hari Kedua (Prague)

Pagi ini kami memulai dengan city tour menggunakan jasa Art of Your Travel, againl. Tour ini sangat unik karena kami akan tour keliling kota dengan mengendarai Trabant mobil kecil mirip mobilnya Mr. Bean yg diproduksi German pada zaman Nazi yang sediakala digunakan para prajurit Nazi. Selama perjalanan kami berasa selebritis karena banyak sekali orang dadah2 sama kita, apa sama mobilnya ya? -__-‘

Perjalanan kami dimulai dengan melihat2 Danube House (gedung teruncing disisinya, di dunia) Lalu dilanjutkan ke Petrin hill dimana kita bisa melihat kota Prague dari atas. Selama perjalanan tour guide kami Martina tak henti-henti bercerita tentang sejarah kota Prague diselipkan dengan anekdot2 kocaknya, pokoknya nih orang seru banget dan pinter. Setelah mengunjungi Petrin hill kami sempatkan untuk makan siang di salah satu brewery yg konon katanya itu Holy beer karena yg bikin orang2 gereja hehe, halal deh ya mudah2an :p. Saya sebenernya gak suka2 amat sama beer soalnya curiga mirip air kencing rasanya, namun beer disini ternyata enak banget saya sampai habis 2 gelas besar, mungkin karena Holy beer nya itu berasa minum air zam zam jadinya hahaha..

Setelah lunch kami meneruskan perjalanan ke Vysehrad Castle sambil stop over di bangunan2 cubism. Si Martina ini emang gape tentang cubism art, jadi kebanyakan mengunjungi bangunan2 cubism. Vysehrad ini letaknya di atas bukit, tamannya cantik dan banyak kuburan (khusus utk orang2 terkenal). Setelah itu kami mengunjungi TV tower yang sekarang cuma jadi iconic building aja, soalnya TV sekarang kan udah digital jadi Tower itu udah gak dipake lagi. Tower ini dibangun pada era komunis Prague, yg notabene dapet dana dari Nazi. Jadi ya banyak warga local yg gak suka dengan keberadaan tower ini, kalo sy sih suka soalnya unik banget di tower tsb ada manekin2 bayi raksasa sedang memanjat tower tersebut. Saya gak ngerti filosofinya apa. Perjalanan dilanjutkan ke Dancing/Ginger House yang bentuknya mirip gedung yg lagi liuk2 bergoyang, namun tour guide kami bilang bahwa bahwa bentuk gedung ini mencerminkan gedung yg habis kena bomb. Oia Pembangunan gedung ini dibiayai oleh USA karena dia merasa bersalah atas ketidak sengajaan pengeboman terhadap kota Prague, dengan alasan salah sasaran, disangka USA kota Prague ini Dresden, jadi main bomb aja, hancurlah ini kota.. Aneh yak!  -__-‘ Tour ini pun selesai dan kami di drop off di pasar (HAVEL MARKET) yg menjual Souvenir2 khas Prague dengan harga miring jika dibandingkan beli di toko2 sekitar old town square.

Hari ketiga (Prague – Nürnberg – Rothenburg ob der Tauber - Nürnberg)

Pagi hari kami sudah harus siap-siap menuju bus station dekat dengan main train station Prague Hlavni untuk menuju ke Nüremberg. Salah satu kota indah di German yang posisinya dekat denga Prague (3jam setengah lebih perjalanannya). Biaya bus nya sendiri adalah 19.9eur (promo) yg kami dapat melalui website DB Bahn, kalo normal price nya seorang 35eur, lumayan kan hehe.. Selama perjalanan yg kami lewati melulu highway yang di sisi2nya ditutupi salju, tidak terlalu scenic menurut saya so don’t expect much. Setibanya di Nuremberg main station kami langsung menuju Hotel Ibis yg telah kami booking lewat booking.com soalnya ini hotel strategis banget, deket dengan train station, juga dekat dengan Alstadt/Old town dan harganya murah per orang 30eur. Dan tak disangka kamarnya pun besar.. tidak seperti kebanyakan hotel di Eropa yg mini ukurannya biarpun mahal dan view nya kebetulan alstadt, pokoknya wajib nginep disini kalo ke Nürnberg baca: Niumbeg. Setibanya di hotel kami harus menunggu jam check in jam 1 siang karena kami sampai sini jam 12 siang, yaudah daripada nunggu mending cari makan siang,  mampir ke tourist information (Sebrang hotel), dan beli tiket kereta PP ke Rothenburg odT. Setelah kami bisa check in dan naro tas dikamar kami langsung mengejar kereta jam 2 siang menuju Rothenburg odt yg ditempuh selama 2jam. Perjalanan dari Nuremberg ke Rothenburg odT ini cukup scenic apalagi kalo pas autumn atau spring kebayang pasti keren, kalo winter gni kebanyakan diselimuti salju aja. Oia kita harus interchange 1 kali selama perjalanan pergi dan pulang 2 kali. Setibanya di Rothenburg train station kami masih harus jalan kaki ke Rotheburg old town nya. Hmm.. bener2 tenang ini kota, bangunannya juga keren2 kayak di film Disney cantik2.. Rothenburg old town bisa dikelilingi dalam tempo 3 jam sih, kalo cuma mau liat2 aja. Disini terkenal akan Christmast marketnya dan kebanyakan toko souvenirnya jualnya barang2 perlengkapan Christmast kereeen!! Setelah selesai jam 7 an kami pun pulang ke Nuremberg, udah kecapekan..

Hari Keempat (Nürnberg – Munich)

Hari ini kami memulai dengan city tour Nürnberg, kalau winter gini operator tour kebanyakan tidak beroperasi jadilah kami merencanakan untuk keliling naik public transport saja yang notabene gampang banget, kami beli 1 day pass Bayern Ticket. Ticket ini sudah termasuk seharian jalan di Nürnberg dan train ke Munich karena kota2 tersebut berada di provinsi Bavaria/Bayern, harganya 22eur utk orang pertama dan ditambahkan 2 Eur untuk orang kedua s/d kelima maximum. Tujuan Pertama kami yaitu Documentation Centre Nazi Party Rally Grounds. Tempat dikumpulkannya berkas2 sejarah NAZI dan juga tempat cogress hall rally grounds yg bangunanya Massive typical communist lah.. Segeda gaban. Oia kalo ingin mengetahui sejarah Nazi, tempat ini cukup lengkap kasih infonya dari awal berdirinya sampai runtuhnya Nazi. Kita harus sewa semacam audio guide seharga 8 euro kalo gak salah dan museum ini besar sekali, 3 jam waktu yg ideal untuk kalian bisa bener2 tau sejarah Nazi. Setelah dari tempat ini yang sudah tentu bikin emosi kacau, kita menuju oldtown Nürnberg yang alahai indahnya.. Jalanan berbukit bukit disuguhkan castle2 tua yang indah. Hal ini bisa mengobati emosi yang tadi sempet rusak. Sangking indahnya gak kerasa kita harus balik ke station untuk ngejar kereta ke Munich. Sayang sekali kami hanya menginap semalam, sebenarnya 2 malam adalah waktu yg ideal untuk menelusuri indahnya Nürnberg ini, wajib dikunjungi! Perjalanan menuju Munich ditempuh dalam waktu 1jam45menit, oia karena kita menggunakan Bayern ticket tadi kami hanya bisa naik yg Regional Bahn lho, Kalo IC/ICE(kereta cepat) gak bisa, selisih paling cuma 20 menit lbh cepet.

Hari Kelima (Munich – Stuttgart - Metzingen)

Pagi hari kami sudah harus naik kereta ke Metzingen dengan stop over di Stuttgart selama 3jam. Selama di Stuttgart kami sempatkan untuk berkunjung ke Mercedes Benz Museum tapi sayangnya museumnya hari itu tutup, walhasil kami cuma foto2 dari luar aja. Liat2 waktu kalo mau ke museum ini karena ternyata tidak dekat train station, jalan kaki lumayan 2km dari last station. Karena waktunya mepet kami kembali ke main station naik taxi, untung kekejar karena jadwal tiket kami jam 1 siang sudah harus ke Metzingen. Setibanya di Metzingen kami kelimpungan cari public transport menuju Factory outletnya, eh untung ada perempuan baik hati yang nyuruh kita gabung naik taxi dia, Blessed her! Metzingen ini terkenal akan factory outlet utamanya Hugo Boss karena disinilah pabrik dan pendirinya tinggal (sudah wafat dan ada makamnya), untuk penggila Hugo Boss wajib bener datang kesini karena FO nya grande banget. Selain Hugo Boss juga ada merk2 luxury lainnya yang di diskon sampai 70%. Lumayan nemu banyak barang bagus tapi terjangkau disini hahaha.. Sore harinya jam 6 kami kembali Ke Munich dengan stop over di Ploechingen.

Hari Keenam (Munich)

Rencananya sih hari ini kita mau ambil tour hop on hop off, tapi berhubung reviewnya jelek terhadap bus tersebut kita putuskanlah untuk jalan2 sendiri di tengah Kota Munich. Kebetulan saya menyimpan beberapa data tempat yg harus dikunjungi (kebanyakan sih tempat makan n belanja hahaha). Untuk transportasi di kota ini kami hanya mengandalkan sarana metro / city train, karena mudah, murah dan rinci. Spot pertama kami hari ini adalah Sama Sama, sebuat toko kecil yang menjual coklat dengan bentuk2 yang ajaiib dan rasa yg unik pula, tidak seperti coklat kebanyakan. Tempat ini lumayan hidden track soalnya gak ada plang nama toko tsb padahal udah pake gps tetep aja bolak balik ternyata ini tempat udah kita puterin dari tadi. Spot selanjutnya adalah Globetrotter yang letaknya tidak jauh dari Sama Sama, cukup berjalan kaki saja. Di tempat ini menjual beraneka ragam keperluan untuk musim dingin sampai2 di tempat ini ada sebuah ruangan yg di design khusus dengan suhu extreme dingin untuk mengetes kekuatan sebuah jacket misalnya. Merk2 umum juga dijual disini seperti Berghaus, The North Face dan masih banyak lagi. Kami lanjutkan untuk pergi makan siang yg kebetulan dekat dengan toko Sama Sama tadi, berbalik arahlah kita ke tempat semula. Siang ini kami makan di restoran Thai, lupa namanya, pokoknya 3-4 ruko sebelahnya Sama Sama deh. Sayangnya penuh banget banget restoran ini kami terpaksa nunggu diluar dengan cuaca yg menurut kami menusuk tulang dinginnya. Damn! Memang antrian itu tak pernah berbohong yah.. It was exteremely delicious especially the Tom Yam, compared that I have ate in Indonesia (apa factor cuaca aja kali yaa haha). Selesai makan kami lanjutkan untuk berburu oleh2 khas Jerman, ada tempat lucu dan unik yg menjual souvenir2 khas Bavaria yaitu Servus Heimat, pokoknya harus kesini deh, bagus buat pajangan dirumah. Selepas beli souvenirs kami lanjutkan untuk shopping spree di area square nya, ketemu juga toko COS sebuah toko retail yg menjual pakaian upline nya H&M hahaha.. Puas beli ini itu waktunya makan malam (padahal barusan makan, maklum hawa dingin bawaannya lapaaar) dan kami makan di CosmoGrill. Nyarinya setengah mati susah karena berada di belakang gedung di gang gitu. Di tempat ini hanya menjual Burger saja gak ada pilihan lain, emang gak salah ini tempat kece merece, crowd nya banyakan anak2 muda trendy gitu, tapi sayang menu andalannya ada babinya, terpaksa saya pilih menu lainnya yang gak kalah enak. Oia jangan lupa minumnya harus pesen FritzKola ya, cola yg berasal dari jerman, rasanya sih sama aja dgn coca cola :p. Capek kesana kemari ditambah badai salju kami putuskan kembali ke hotel ditambah besok pagi kita akan ikut tour yang merupakan highlight kami di Munich.

Hari ketujuh (Munich – Tour)

FYI kepergian saya kali ini cuacanya bener2 extreme bahkan sampai -8C. Pokoknya gak ngebayang dinginnya mau ngomong aja susah karena mulut dah beku, bahasa asing pula bikin makin mletat mletot deh.. Pagi hari kami ambil tour ke Neuschwanstein & Linderhof dari Grey Line tour, tour ini mendapat ranking bagus di TA tapi jangan ambil yg city tour yang katanya mengecewakan. Harga tiket tournya yakni 50eur belum termasuk makan siang dan tiket masuk ke castle yg ditotal 21 eur utk 2 castle (optional). Kami ambil tiket yag Linderhof aja soalnya castle ini sempat ditinggali pembuatnya yaitu King Ludwig II, nah kalo Neuschwanstein ini baru dibangun 6 bulan King Ludwig II sudah keburu dipanggil Illahi, jadi ya gak sempet ditinggalin dan kami cukup pergi ke halaman nya tanpa harus bayar tiket masuk. Rute pertama dari tur ini adalah ke Linderhof Castle. Ini merupakan summer palace untuk King Ludwig II yang terkenal akan kejeniusannya membangun sebuah castle, makanya suka disebut Fairy Tale King. Emang bener ternyata ruangan di dalam linderhof ini cantik bener, gak nyangka seorang raja bisa punya ide secantik ini haha.. Ada ruangan yang disebut sebagai hall of mirrors yang digunakan raja sebagai living room dan membaca atau mungkin berdandan? Hehe.. Instalasi kacanya pun cukup menarik karena dibuat saling pararel sehingga dapat membuat refleksi objek ribuan kali dan juga terdapat chandelier yang megah banget. Pokoknya ini castle wajib ditelusuri agar tercengang.. Perjalanan kami lanjutkan ke Oberammergau, sebuah kota kecil nan cantik yg mana rumah2nya dihiasi dgn exterior lukisan2 fresco gambar lucu2 bahkan ada yg ngelukis Hansel & Gretel, kami stop disini untuk sightseeing dan membeli souvenir. Perjalanan kami lanjutkan kembali ke Neuschwanstein Castle yang merupakan highlight dari tour ini. Konon kabarnya castle ini yang menginspirasi logo Walt Disney itu. Setibanya disini kami makan siang dulu, setelah itu kami menuju ke Neschwanstein castle dengan menggunakan kereta kuda hahaha berasa beneran kayak di dongeng2. Soalnya kalo jalan kaki lumayan jauh 45 menit dan nanjak, mending bayar aja kereta kuda 6 euro pergi nanjak + 3 euro pulang nurun. Setibanya di castle tersebut emang bener bikin terharu ya, soalnya salju juga lagi turun lebat menambah efek dramatis dari castle ini. Waktu pun sudah habis dan saatnya kembali ke Munich. Total durasi tour 11 jam, berangkat dari Munich hauptbahnhof jam 8.30. Setibanya di munich kami cari makan malam yg kebetulan menemukan restoran asia yang menjual Nasi Goreng haaah senangnyaa, harganya sih nyesek ya 10 euro di indo dapet 20 piring deh.

Hari Kedelapan (Munich –Berlin)

Setelah kami check in kami langsung jalan2 ke kota sambil cari makan, oia Berlin ini gampang banget cari makanan Asia mulai dr Sushi, Thai food dan Chinese food. Kayaknya di Eropa ini lagi ngetren banget sama yg namanya Sushi, banyak anak muda nongkrong di resto sushi. Karena kita udah gape makan sushi sampe2 meja sebelah ikut pesen menu yang sama dengan apa yg kita pesen hahaha.. Selesai makan malam Kita sempatkan belanja sepatu yg terkenal dari berlin ini merknya Zeha, kalo penyuka sepatu cobain aja ke tempat ini.

Hari Kesembilan (Berlin)

Hari ini kami mengambil tour ke Sachsenhausen Concentration camp via Original Berlin Walks tour, seharga 11 eur (diskon) karena punya Welcome card, normalnya 15 eur. Pada saat briefing sebelum pergi kami diinfokan oleh tour guide kami bahwa perjalanan kita akan sedikit terganggu karena salah satu rute train ditutup sebab di rute tersebut ditemukan bom bekas WW II yang belum meledak, arrghhh.. ngeri amat dan ternyata memang sampai saat ini katanya masih sering sekali ditemukan bom yg belum meledak bahkan di area Mitte Berlin yg notabene pusat kota dan juga masih banyak ranjau yg siap meledak kalau terinjakhirrrrrr.. Info tambahan: Selama perang dunia kedua 90% kota berlin ini hancur lebur rata dengan tanah, sedih kalo liat foto2nya. Jadi bangunan yg ada sekarang rata2 bangunan restorasi. Bahkan banyak bangunan yg diplesteri dengan gambar bangunan lama padahal dalamnya hancur.

Setibanya di sachsenhausen concentration camp yg berajarak 35km dari Berlin entah kenapa mood saya jadi ikutan drop, mungkin terbawa suasana yg horror, gloomy dan badai salju, kebetulan anginnya lagi kenceng bgt (feels like -11C wunderground). Singkat cerita, Sachsenhausen Camp ini merupakan proyek percontohan untuk camp2 tawanan di jaman Nazi, kebanyakan aktifitas yang dilakukan adalah melatih prajurit SS yg terkenal sadis untuk ditaro di camp pengungsian lain yg tersebar di Jerman, Hungaria, Polandia dan Czech Rep. Selain itu camp disini merupakan tempat tahanan politik, tempat uji coba obat2an dll. Maksud awal bukanlah untuk camp pembasmian seperti di Auschwitz, Dachau dll. Tetapi tetap saja banyak pembunuhan secara sistematis kerap terjadi disini. Selesai tour ini kami kembali ke Berlin dan karena suhu dingin sekali kami ngidam yg namanya sup panas pedas yg akhirnya pilihan jatuh ke restaurant Thai yang tersebar banyak di Berlin menandingi Sushi bar.

Hari Kesepuluh (Berlin)

Hari ini kami mengikuti local tour lagi, yg kali ini bertema walking city tour. Tour ini berdurasi sekitar 4 jam yang meliputi lokasi/bangunan bersejarah di tengah kota Berlin seperti: Museum Insel (sebuah pulai mini di tengah sungai yg berisikan museum2 besar, ini wajib dikunjungi at least sehari penuh), Death Strip (Sebuah area perbatasan yg mana apabila melewati area tersebut akan di tembak mati), Hitler’s Bunker (tempat dimana dimana Hitler bersembunyi dan bunuh diri sebelum mayatnya di kremasi atas permintaannya, jadi segala spekulasi mengenai kematiannya terbantahkan semua, ada yg bilang lari ke Argentina lah, sampai2 ke jawa meh…), Lalu ke Brandenburg gate/Tor (home of embassies, Yang memisah antara west dan east berlin), Memorial to the murdered Jews of Europe (Sebuah area yg berisikan tugu2 kecil yg bertujuan sebagai memorial for Jews), Topography of Terror (sebuah museum yg dahulunya merupakan kantor pusat dari Gestapo & SS, Wajib masuk kalau punya waktu banyak),  Lalu ke Checkpoint Charlie (mirip gardu imigrasi yg memisahkan East dan West Berlin), Kathe Kollwitz sculpted Berlin's moving war memorial in memory of her son killed in WWI. It sits in yet another Grecian-inspired edifice, beneath a hole in the roof which lights the interior and means the sculpture is exposed to the elements.

Selepas walking tour ini kami sempatkan untuk window shopping mulai dari Hackescher Markt sampai Alexander Platz, disini kebanyakan butik2 yg menawarkan local brand, beda hal nya jika ke West Berlin Kurfursterdam misalnya disana kebanyakan international brand, boring hehe.. Jujur saja waktu yang saya sediakan untuk Berlin benar2 kurang, hanya 3 hari 3 malam, mungkin 1 minggu baru cukup ya.. karena emang banyak banget daerah yang harus dikunjungi begitu pula dengan Munich. Intinya seharusnya dalam kurun waktu 2 minggu lebih baik dihabiskan di Jerman saja tanpa pergi keluar dari Negara tersebut, karena Jerman ini Negara yg penuh dengan nilai sejarah baik modern maupun jaman imperial dan kalau boleh saya tambahkan Negara ini lebih Indah, rapih, bersih, dan praktis dibanding Perancis. Eh selera deng itu sih :p

Hari Kesebelas (Berlin – Amsterdam – Brussel)

Pagi hari kami mengejar pesawat Easy Jet yang menuju Amsterdam Schippol airport dari Schoenefeld Airport yg dapat ditempuh dengan train dari Alexander Platz, meskipun 1 kali interchange tapi cukup nyaman (Harga tiket train sudah termasuk di Berlin Welcome Card 72hrs). Hanya saja di Schoenefeld, train stationnya kita membutuhkan waktu lagi untuk berjalan ke Airportnya yg kira2 300 meter mana sedang badai salju pula membuat perjalanan makin menyiksa (but I think it was the moment I want to experience). Pada saat check in di meja Easy jet ternyata koper saya kelebihan 5kg (purchased 20kg) dan terpaksa harus bayar 70eur (14/kg) lebih mahal dari harga tiketnya sendiri yg waktu itu saya beli 63eur all in, udah negosiasi ini itu tetep aja gak bisa, padahal kalo naik yg bukan budget lebih 5kg sih biasanya tolerable. Sesampainya di Schippol kami terpana akan kemegahan, kemudahan serta kecanggihan airport ini, wajar saja kalau airport ini mendapat penghargaan Europe Best Airport. Kami hanya sempatkan berjalan jalan di Amsterdam dalam waktu tidak lebih dari 6 jam, lumayan lah kalau mau foto2 red light light district dan canal2 aja sih dapet.

Setelah jalan2 selesai kami harus naik kereta ke Brussel pukul 8 malam dari Amsterdam city center station sampai di Brussel Midi station pukul 10 malam. Harga tiket yg kami beli saat itu 59eur/org, belinya lewat website SNCB (Belgia punya) bukan di NS (website train nya Belanda), harus jeli ya kalo mau beli tiket karena beda Negara beda harga dan promo, kalo lewat NS waktu itu kereta THALYS dari Amsterdam ke Brussel 90 eur.  Info tambahan: Sebenarnya ada Kereta cepat tapi murah FYRA namanya, tapi pada saat itu sedang tutup operasi karena banyak masalah  keretanya, mungkin lain waktu udah buka lagi. Setibanya di Brussel midi station kami dihampiri seseorang yg menawarkan taxi, berhubung pengen cepet2 sampe hotel kami terima tawaran dia yang ternyata dia adalah supir taxi gelap, yg kalo dihitung2 lebih mahal daripada taxi regular, oia di Brussel masih banyak scam2 macam ini tapi ya masih batas wajar aja sih. Kami menginap di Hotel Exe Grand Central yang kami dapat melalui Hotwire.com, pokoknya ini website juara deh asalkan milihnya minimal 3.5star ya, takutnya kalo milih 3.5 kebawah lokasinya jauh dari pusat kota, so far kita selalu dapet lokasi yg premium dari Hotwire ini dengan harga super miring.

Hari Keduabelas (Brussel – Bruge – Brussel)

Sekitar jam sebelasan pagi kami sampai di Brussel Central train station karena berniat mengunjugi kota yg namanya Brugge yg masuk dalam category UNESCO World Heritage. Harga tiket kereta return adalah 27eur (diskon hanya utk yg umurnya dibawah 25th dan diatas 55th, lain drpd itu normal baik di internet ataupun loket). Waktu tempuh hanya 1 jam. Sesampainya di Bruge train station kami segera membeli tiket 1 day pass (5eur) utk jenis transport Bus, yg loketnya tersedia di depan station kereta, pokoknya kelihatan yg paling rame dikerubutin orang. Setelah celingak celinguk cari informasi sambil baca peta akhirnya kami naik lah ke bus no. 11 yg mana bus tersebut justru sampai di tujuan yg kita inginkan setelah dia keliling2 dulu, alias makan waktu. Akhirnya kami terpaksa diturunin sama supir bus tsb dan disuruh naik yg reverse direction hehehe..malu. Setelah kami sampai di square kota tersebut kami memutuskan untuk berkeliling historical old town menggunakan kereta kuda, romantic banget sih emang. Harga untuk menaiki kereta kuda tersebut 39eur max 5 penumpang. Lumayan mahal sih kalau dilihat dari jarak tempuhnya, pendek bangeet, tapi udah semua spot, namanya juga liburan harga ya jadi nomor 2 deh, pengalaman sih yang penting hahaha..

Kota kecil bruge ini terkenal akan bangunan bangunan tua peninggalan Vikings abad ke-9 yg terawat serta kanal2 yg begitu indah nan tenang, gak heran mengapa UNESCO menetapkan sebagai World Heritage City. Meskipun terlihat kuno tapi banyak sekali restoran dan toko2 yg menjajakan barang modern. Sampai akhirnya pun kita ketemu sebuah butik cokelat yg terkenal (Based on TA reviews) yaitu Dumon Choccolatier. Di butik ini dijual beraneka ragam cokelat dengan rasa2 yang unik dan lezat, ada satu menu saya lupa namanya, jadi ada semacam segelas susu putih panas dan dicelupkan coklat sesuai pilihan rasa yang akhirnya lumer di dalam susu tersebut, rasanyaa alamaaak soodap kaliiii… Pokoknya kalo ke Bruge harus mampir ke tempat ini dan beli banyak oleh2 cokelat disini daripada beli di Airport, kualitasnya jauuuuh dan harganya juga reasonable kok. Well you only buy crap things at the airport right?! Selesai menjelajah kota ini kami kembali ke Brussel, karena sudah cukup malam akhirnya kami makan di sebuah restoran Thai (again?) dekat dengan hotel, mahal – rasa tidak sesuai harga.

Hari Ketigabelas (Brussel - Jakarta)

Hari ini merupakan hari terakhir kami di Eropa dan karena flight kami cukup sore sekitar jam 8 malam. Kami sempatkan untuk berkeliling di city center Brussel, mulai dari market square, cathedral sampai pusat perbelanjaan. Secara garis besar saya kurang menyukai kota ini meskipun dinobatkan sebagai Center of Europe, karena European Union pusatnya disini, namun menurut saya tidak begitu spektakuler dari segi pemandangan dan pengalaman, ditambah terlalu banyaknya imigran yg ada di kota ini menurut pengamatan saya ya. Tapi biarpun gak begitu berkesan, gitu-gitu saya dapet aja barang luxury second hand seharga 15 eur hahaha… di sekitaran hotel tempat kami menginap banyak toko2 second hand luxurious brand. Akhirnya waktu liburan sudah berakhir dan untuk menuju airport Brussel kami menggunakan jasa private car dari hotel, soalnya tarifnya gak beda jauh sama naik taxi sih. Nah di Airport Brussel ini tempat ngerokoknya di ujung dunia jadi kalo orang yg merokok seperti saya lumayan capek tuh bolak balik boarding gate dengan smoking room hahaha..

Sekian dulu cerita saya kali ini untuk perjalanan Europe part II. Sampai bertemu di perjalanan berikutnya..