ETAPORAMA
DSC_0398.jpg

STORIES

stories about traveling, music, lifestyle by etaporama

NEW ZEALAND II (NORTH ISLAND)

NEW ZEALAND AGAIN Woooh.. Akhirnya saya bisa kembali lagi ke tanah yg menurut saya menyerupai surga (kayak udah pernah aja? yah setidaknya ini lah gambaran saya mengenai indahnya surga). Meskipun bagi sebagian orang agak mubazir mengunjungi sebuah tempat untuk kedua kali nya namun rasa rindu dan memiliki tempat ini begitu besar di dalam diri saya membuat perjalanan ini semenarik perjalanan saya pertama kali atau bisa dibilang berbeda. Bedanya apa? 1. Kali ini saya mengunjungi 2 pulau utama NZ yaitu North dan South Island. 2. Dari segi waktu jelas lebih lama hampir 3 minggu. Meskipun lebih lama mudah2an ditulis lebih ringkas padat dan tetap informatif yak.. Amin.. 3. Pergi di musim gugur yg mana waktu pertama kali musim dingin. 4. Kali ini saya lebih banyak trekking alias naik gunungnya meskipun agak memberi kesan horror sih.. mau tau gimana horornya ya baca deh sampe abis hehe..

Awalnya saya lagi iseng2 cari tiket di expedia.com , semua destinasi yang ada di bucket list dicoba satu satu tapi yang nyangkut di hati harganya cuma ke New Zealand. Alhasil tanpa pikir panjang langsung saya beli, 7,5jt PP siapa yang nggak tergiur dimana biasanya tiket PP kesana 15jtan dengan kurs yg ada pada saat itu Rp. 13.000 per USD. Meskipun berangkatnya melalui Singapore dengan armada Malaysia Airlines, gampang lah tiket Jakarta-Singapore nya banyak promo ini. Tiket Singapore saya beli JetStar PP seharga 1jt lengkap dengan bagasi 25kg, harga promo kan ya?

Urusan tiket selesai saya harus segera memutuskan apakah di NZ saya sewa mobil biasa lalu menginap di hotel/hostel; sewa campervan tidur di campsite/holiday park; atau naik bus umum tidur di hotel/hostel ya? Setelah menimbang harga, efisiensi dan kenyamanan pilihan jatuh ke minivan yg self-contained. Jenis apa pula itu? Sebenernya sama dengan campervan namun ukurannya lebih kecil semacam mobil Innova namun mempunyai fasilitas yang sama dengan campervan yg self-contained (ada tempat tidur, toilet portable/porta potti, tempat menampung clean-grey water dan dapur mini). Keuntungan dari minivan self-contained:

  • Status sama dengan Campervan SC, jadi pilihan menginap di campsite tak terbatas.
  • Ukuran jauh lebih kecil dari campervan, jadi lebih gampang maneuver di jalanan NZ yg windy dan hilly.
  • Karena ukurannya sama dengan mobil penumpang lain, biaya penyebrangan ferry dari North ke South Island sama dengan mobil biasa dan lebih murah daripada campervan.

Oiya satu satunya operator di NZ yg punya armada ini yaitu Euro Campers. Harga sewa minivan SC waktu itu 1.060 NZD atau sekitar 11jt untuk 15 hari untuk 2 orang penumpang (maksimum) yang kebetulan saya pergi dengan sahabat saya yg juga ikut ke NZ pertama kalinya. Kenapa harganya agak mahal ya? Karena pertama saya pergi termasuk dalam mid season bulan April puncak autum ditambah bookingnya juga mepet banget 1 bulan sebelum kepergian. Disarankan untuk booking armada transportasi di NZ paling lambat 3 bulan sebelumnya saat mid season (Maret-May & Sep-Oct), 6 bulan sebelumnya untuk kepergian peak season (Nov-Feb) dan 2 bulan sebelumnya untuk low season (June-August) supaya dapat harga yg lebih baik dan lebih banyak ketersediannya intinya makin jauh makin untung.

Urusan transport selesai saya tidak perlu memikirkan lagi akomodasi karena sudah aman tinggal dalam minivan yg bersertifikat Self Contained tinggal mengurus Visa yang kali ini naik harganya jadi 2jt, buset 2 tahun yg lalu cuma 1.1jt naiknya gak kira2 meskipun akhirnya saya dapat circulation visa untuk 2 tahun. Duh kirain langsung Permanent Resident, jadikan aku warga negara mu New Zealaand!! Please hahaha.. enggak deng masih cinta kok sama Indonesia Raya *finger crossed.

Hari-H pun tiba lengkap semua peralatan di backpack termasuk sleeping bag, pole stick dan matras sebagai bekal untuk trekking nanti disana. Berasa anak gunung banget deh, padahal belum pernah sekalipun naik gunung beneran sampe nginep tanpa guide hahaha.. Rute pertama Jakarta-Singapore kami habiskan sehari semalam di singapore sekalian jalan2 disana, udah lama gak main ke s’pore, belum pernah ke Garden by the bay sama Haji lane yg lagi ngetrend itu hehehe.. menginap kami pun di bandara Changi karena besok paginya sudah harus take off ke Auckland transit di Kuala Lumpur *sigh (muter2 dah singgahnya, maklum tiket promo). Penerbangan pun lancar tanpa delay meskipun pelayanan Malaysia Airlines biasa aja terutama makanannya dan beberapa kali terjadi turbulence membuat saya agak paranoid mengingat tragedy 2 MH belakangan ini L (more than thoughts and pray for the victims and their family).

North Island

Hari Pertama sampai ketiga (Auckland)

Alhamdulillah kami pun tiba dengan utuh di Auckland Int’l Airport sekitar jam 11 malam. Apesnya peraturan custom di NZ sudah beda dengan 2 tahun yg lalu kami pergi. Perbedaan yg mencolok adalah: tidak boleh sama sekali membawa madu jenis apapun dan maksimum rokok yg boleh masuk hanya 50 btg dari yg dulunya 200 btg. Alhasil madu yang saya bawa disita semuanya dan karena saya bawa rokok 200 btg (lebih deng sebenernya tapi ngakunya bawa 200/10 bks hihihi) saya harus membayar penalty sebesar 60 NZD. Kata petugasnya untuk bayar pajak rokok per batang 40 cent x 150 = 60 NZD, hih! Dia kasih pilihan mau disita apa bayar, saya tanya balik kalau beli rokok disini per bungkus berapa? Dia bilang 20NZD, ebuset yaudah gw BAYARR!! Daripada disita 8 bungkus lebih dikali 20 NZD bisa jatoh miskin pulang2. Dengan ceria sang petugas bilang”Now I got all your money, enjoy your Holiday!” prettt… Hiks hiks.. Padahal sy yakin dia tau bawa lebih dari 10 bks, kan keliatan di x-ray hehehe dia kaget aja kali ya, nekat banget nih orang bawa sebanyak ini, yaudah kenain sanksi seberapa dia mampu dah.. Soalnya temen saya bawa 9bks gak kena denda. Jujur saya bawa 20 bks wakakakak…

Selesai urusan custom kami bisa menghirup udara segar New Zealand yang memang memberikan aroma tersendiri. Oh iya di dalam garbarata setelah keluar dari pesawat biasanya disambut oleh udara buatan yang dikasih scent seperti woody atau flowery dan suara2 burung atau air sungai, pokoknya mengesankan keadaan alam NZ deh, ciamik banget! Kami pun memutuskan untuk kembali menginap di dalam airport lebih tepatnya lesehan di lantai. Untung aja bawa matras membuat lantai airport yang dingin menjadi layak ditiduri hehe..

Tak terasa sudah pukul 6 pagi saya pun bergegas keluar airport untuk cari udara segar, yak bener kan liat awan emang beda banget sunrisenya. Satu sisi super gelap satu sisi matahari mengintip dengan silaunya. Akhirnya kami baru benar2 keluar airport pukul 9 pagi untuk segera menuju tengah kota Auckland dengan menggunakan Super Shuttle, moda transportasi andalan Airport NZ point to point seharga 43 NZD utk 2 org.

Setibanya di Fatcamel backpakers hotel (90 NZD) kami belum diperkenankan untuk masuk kamar karena masih pagi baru bisa jam 2 siang, yaudah kami titip tas aja disitu dan melanjutkan cari kopi sambil jalan2 di tengah kota. Saya habiskan hari itu dengan berjalan di sekitar Auckland harbor tempat parkir yacht2 mewah dan kafe2 sambil mendengarkan alunan musik kesukaan sekalian halu2 manis.. Gak banyak memang rencana yg saya mau lakukan di Auckland ini, selain killing time menunggu waktu untuk road trip. Kota ini layaknya kota besar di negara maju, banyak gedung, pusat perbelanjaan dan terlalu banyak turis

Jam 2 siang pun tiba dan kami bergegas ke hotel untuk segera mandi dan tidur. Maklum tidur di atas lantai gak senyaman tidur di atas kasur kan. Bener aja kami bablas tidur sampe jam 8 malam, itu pun bangun gara2 kelaparan. Ada beberapa inceran restoran di kota ini salah satunya yaitu kedai Mamak yg lumayan ratingnya diatas rata2 di TripAdvisor. Namun seperti biasa jam 9 di NZ itu restoran tutup/last order jam 8-9 malam mau yang ngetrend sekalipun hidih gak metropolitan banget dah.. Kalaupun mereka masih buka hanya menjual snack dan minuman aja. Untung aja kami menemukan alternative Foodtruck yg juga jadi andalan warga lokal kalau mau makan agak maleman. Namanya The White Lady yang menjual aneka burger. Satu porsi harganya 10-15NZD meskipun mahal tapi porsinya bisa buat ber2-3 orang dan tau sendiri dagingnya steak asli.

Keesokan harinya kami pindah hotel ke Sofitel yang tepat berada di Auckland harbor cieeh.. Mayan ih dapet (free) compliment dari Accor member. Namanya juga luxury hotel jadi pelayanannya juga ala priyai. Menurut aturan kan baru bisa check in jam 2 siang berhubung pelanggan Accor saya diperkenankan masuk jam 10an pagi uhuy.. mana dikamar disambut “surat cinta” dari manager nya pula, wifi yg harusnya bayar per jam dikasih hrateiss 24 jam, toiletries Lanvin dikasih extra semaunya yg mana harusnya bayar 10 NZD per tube mayan ah buat road trip, biarpun tidurnya di mobil - wangi tetep borjuis hahaha..

Hari ini kami habiskan dengan menyantap bruch di area North Wharf yg baru dibuka tahun 2013 dimana disini terdapat banyak cafe2 trendy. Kebetulan juga hari ini (minggu) terdapat festival Open Street di kawasan CBD Auckland, jalan protocol ditutup bagi kendaraan pribadi melintas demi kegiatan2 masyarakat layaknya CFD di Jakarta, yang berbeda karena ini merupakan international event gagasan ciclovia, jadi kegiatannya lebih meriah (12 April 2015) ditambah ada event Japan Food & Culture Festival. Malam harinya kami tak mau lagi kehilangan kesempatan untuk makan di restoran Mamak yg terkenal murah, banyak dan enak itu. Jam 7 malam udah duduk manis disitu dan saya pesan nasi rendang. Benar saja porsi segede alaihim dengan potongan daging rendang yang menumpuk, sampe mau meledak nih perut ngabisinnya untung enak dan seharian udah banyak jalan kaki jadi ya gak dosa lah. Di Auckland ini tampaknya yang terkenal justru masakan Malaysia dan Jepang, tidak seperti kota di Eropa ya dimana Thai dan Jepang merajalela. So much to see today not that much to do karena keesokan harinya kami sudah harus ambil minivan sewaan.

Hari Keempat (Auckland-Waitomo-Taupo)

Tiba dimana hari ini kami memulai road trip mengelilingi 2 pulau utama NZ. Naik taxi dari hotel menuju kantor tempat mobil yg kami akan ambil yang posisinya dekat dengan airport, lumayan mahal 70NZD seharga tiket jkt-spore ya. Sampe di tempat jam 10 pagi eh mobilnya belum siap dan kami pun dipinjamkan mobil kecil disuruh beli groceries ke supermarket terdekat. Pinter amat nih akal si empunya. Setelah urusan groceries utk persediaan seminggu selesai (100NZD, minuman, makanan kaleng dll) kami kembali ke tempat penyewaan tadi dan mobil pun sudah menyambut manis. Duh langsung jatuh cinta deh nih sama mobilnya, simple tapi lengkap (dikasih inverter buat ngecharge gadget, wifi dan hp pula meskipun harus top up lagi). Karena dimulai sudah begitu siang sekitar jam 1an otomatis itinerary hari ini berubah dengan melewatkan beberapa tempat yang harusnya kami kunjungi kalau ontime.

Dari Auckland kami langsung mengunjungi Waitomo Glowworm Caves. Berhubung nyampe udah sore sekitar jam 4.30 kami pun segera memilih goa mana yang akan kami datangi di Waitomo i-Site visitor center. Berhubung sudah terlalu sore hanya ada 2 pilihan goa yang bisa kami kunjungi dan kami memilih yg bisa buat foto, soalnya yang satu lagi gak boleh foto dikarenakan naik boat dan pengunjungnya sampai 50 org. Harga tour Glowworm yg kami ambil seharga 65NZD untuk 1.5 jam dengan level 2-3. Maksudnya level disini adalah intensitas glowworm yg ada di dalam gua tersebut. Ada yang sampai level 5 namun cuma ada pagi-siang hari.

Masuk ke gua tersebut cukup curam, jadi ya hati2 aja takut kepleset, mending jatuhnya numpuk badan org lain *eh. Setibanya di dalam gua, lampu walkway pun dimatikan, taddaa..they started the show! Melihat sekeliling seperti layaknya bintang bertebaran. Larva yg menyala tadi mungkin jutaan jumlahnya dan hanya bisa dilihat dalam keadaan gelap. Siklus hidup sebuah kupu2 adalah telur-larva-pupa- kupu2. Larve tersebut menpunya durasi hidup paling lama dan pada saat ini lah mereka mengeluarkan cahanya. Tssah udah puas belajar biologi nya? Sekarang lanjyt sejarah kalo gtu. Jadi Waitomo merupakan kawasan limestone yg 30jt tahun yg lalu berada di bawah laut samudra. Karena pergerakan tanah tadi gugusan2 limestone mulai bermunculan keatas, hal ini dibuktikan oleh keberadaan fosil2 ikan, kerang dan makhluk purba laut lainnya yang menepel pada batuan2 limestone tadi. Udah ah capek mikirnya mending kanut ke jalan2 aja haha.. selesai mengunjungi goa ini kami dihidangi minuman teh yg daunnya diambil disekitar goa, rasanya kayak jahe padhal daun yg katanya berkhasiat utk kesehatan.

Puas di goa ini kami pun segera meluncur ke Taupo jam 7 malam untuk menginap di pinggir danau yg paling tersohor di New Zealand. Kami pun tiba pukul 9 malam dan memutuskan untuk menetap di Five Mile Bay Recreation Reserve (Gratis).

Hari Kelima (Rotorua - Pinnacles)

Semalaman tidur pinggir danau ditemani angin yg lumayan kenceng, namun paginya begitu tenang dan cerah. Gumpalan awan merah terpantul dari sinar pagi matahari membuat suasananya begitu berkesan. Tampak di kejauhan Gunung Taranaki yang sudah diselimuti salju, padahal masih pertengahan autumn. Ditambah pemandangan unik dimana air danau pagi itu menguap layaknya rebusan air mendidih, sungguh mistis. Kami pun membuat sarapan ala kadarnya, indomie telor plus abon cabe dan kopi panas itu bahagia lahir batin!

Tujuan hari ini kami mengunjungi kawasan Rotorua – Waiotapu. Rotorua merupakan sebuah distrik yg terkenal akan sumber panas buminya yang melimpah. Saking melimpahnya, di pinggir jalan akan banyak ditemui kolam2 berasap yg panasnya timbul dari dalam tanah. Kami pun mengunjungi Waiotapu, sebuah Thermal Wonderland yang di dalamnya terdapat berbagai keajaiban alam dalam bentuk berbagai macam: ada Geyser, Hot Springs, Mud Pools dan yang paling terkenal/menjadi salah satu kejaiban dunia adalah Champagne Pool. Masuk ke area ini layaknya masuk ke dunia lain, mata kita akan terpana oleh aktifitas2 alam yg tidak biasa. Mata air panas yang berwarna warni, lumpur yang sedang mendidih hingga atraksi geyser yang sewaktu waktu menyemburkan air dari dalam tanah yg kadang semburannya bisa mencapai 7 meter. Semua ini dapat dinikmati dengan membayar 32.5 NZD per orang kecuali mud pools yg berada di luar area ini (gratis).

Selesai dari tempat ini kami lanjutkan perjalanan yang cukup panjang sekitar 4-5jam menuju Putangirua, di ujung selatan pulau utara NZ. Selama perjalanan kita akan melewati berbagai macam pemandangan yang begitu indah. Salah satunya adalah Desert Road yg melewati pegunungan Ruapehu, Tongariro dan Ngauruhoe alias Mordor kalau dalam film Lord of the Ring. Sayang sekali pada saat melewati desert road cuaca sedang mendung padahal beberapa menit sebelumnya terang benderang. Selang beberapa menit tiba2 turun salju disertai angin lumayan kencang, saya pun kegirangan liat salju di musim yg dibilang belum pantas turun salju hahaha.. Padahal kalau cuaca bersih kita akan melihat gugusan2 pegunungan yg luar biasa indah disertai vegetasi2 gurun yang typical. Scenic drive lainnya yg akan dilewati selama perjalanan yaitu adalah daerah Manuwatu. Disini kita akan melewati beberapa sungai indah dan perbukitan2 lengkap dengan domba, ciri khas New Zealand. Kami pun tiba di Putangirua Pinnacles Camping Ground cukup malam setelah sempat nyasar, mana jalanan nya banyak batu mirip abis longsor ditambah angin kencang malam itu membuat perjalanan agak mengerikan. Susana di camping ground malam itu cukup menegangkan karena ada 2 mobil yg menginap disitu, 1 mobil tua tampak rusak dan 1 campervan tapi kok gelap ditambah malam itu anginnya lumayan kencang. Perasaan tegang tadi tidak menyulutkan kami untuk masak diluar, usaha banget sih-kompor kecil anginnya kencang yang ada matengnya lama haha.. Namun keadaan langit pada saat itu begitu cerah sehingga banyak bintang bertebaran begitu jelas (hal ini pun menjadi trademark NZ yg seringkali disebut negri berjuta bintang)

Hari keenam (Putangirua - Wellington)

Kami pun terbangun lantaran sinar pagi sudah menembus jendela mobil tempat kami menginap. Setelah keluar mobil, Voila.. pemandangan sekitar sudah terlihat dan sangat mencengangkan. Ternyata kami menginap tidak jauh dari pantai dan dikelilingi oleh tebing curam. Pantesan anginnya badai ahahaha.. Pagi ini pun kami segera menjelajahi Putangirua Pinnacles karena takut keburu hujan kalau terlalu siang, awan pagi itu sudah tebal soalnya. Oya sedikit informasi, Putangirua ini merupakan kawasan shooting film LOTR: The Return of the King (seq: Paths of the Dead). Apa yang dilihat di scenic reserve ini? Ya batu2an lancip yang unik gitu hasil erosi jutaan tahun lamanya. Jarak tempuh nya lumayan jauh sekitar 7km oneway naik turun bukit, walhasil kami cuma ke beberapa titik saja itu juga sudah cukup puas kok.. Alesaaan! padahal sih udah kram aja betis nya.

Selesai menikmati area ini kami pun segera meluncur ke ibukota New Zealand yaitu Wellington yang tidak begitu jauh dr tempat ini, sekitar 2 jam. Oya jangan lupa stop di kota Martinborough untuk icip2 wine (wine tasting 25 NZD udah bisa nyobain berbagai macam wine yg dihasilkan di daerah tersebut). Dua tempat wajib dikunjungi selama di Wellington yaitu: Mt. Victoria Lookout dan Wellington Marine Parade. Tiba di Wellington kami pun segera meluncur ke Mt. Victoria untuk melihat kota Wellington dari atas bukit. Tips: jangan lupa pakai windproof jacket karena di atas bukit ini anginnya sadis! Perut udah keroncongan, saya pun ngidam Fish n Chips. Wajib banget ke tempat ini bagi yang suka Fish n Chips, namanya Mt. Vic Chippery. Harganya berkisar 10-15 NZD lengkap dengan minum (pilih sendiri, ikan, tepung dan saus nya), enak dan porsi besar hahaha.. Selesai makan kami pun teringat harus membeli tiket ferry dari Wellington menuju Picton. Untungnya dapat tiket promo via website Interislander seharga 230 NZD (2 orang + mobil). Selesai urusan ferry saya pun lihat jam, buset masih siang gini kapal baru berangkat jam 9 malam, nagapin ya enaknya? Akhirnya kami memutuskan untuk santai2 di salah satu café di pinggir pantai, Marine Parade. Gak kerasa udah mau sunset, saya pun buru2 mengejar moment tersebut dengan meluncur kembali ke atas bukit Mt. Victoria sebelum akhirnya kami harus ke pelabuhan. Sampai di pelabuhan semua tanda sudah jelas bagi kendaraan yg ingin menyebrang, pokoknya gampang. Saat itu kapal Interislander harus mengalami delay selama 2 jam dikarenakan ombak yg terlalu tinggi lebih dari 6 meter, walhasil kami baru berangkat jam 11 malam dan sampai di Picton pukul 01.30 dini hari. Hadeuuh selama di dalam kapal, dunia berasa dibolak balik sangking tinggi ombaknya, banyak diantara penumpang yang semaput, untung saya kebo jadi merem2 ayam aja deh ahahaha.. Sampai di Picton dinihari tak menyurutkan semangat kami untuk langsung menuju Bleinheim dan menginap di Lake Elterwater meskipun jalanan waktu itu berkabut hiirrrr…