ETAPORAMA
DSC_0398.jpg

STORIES

stories about traveling, music, lifestyle by etaporama

NEW ZEALAND II (SOUTH ISLAND)

CSC_0376.jpg

South Island Hari ketujuh (Bleinheim - Arthur's Pass)

Pagi2 kami terbangun jam 7 gara2 kicauan burung yang ber-tubi2 padahal masih kurang tidur. Tanpa menolak panggilan alam saya pun keluar mobil dan mendapati suasana pagi yang begitu segar dan cerah. Sambil minum kopi di pinggir Lake Elterwater ditemani angsa2 hitam dan lagu kesukaan sambil halu halu manis, duh jadi kangen kesana lagi :(

Gak kerasa sudah lewat jam 9 dan kebetulan sudah 2 hari gak mandi. Berkat Campermate saya pun menemukan public shower yang terletak di kolam renang di kota Bleinheim. Cukup membayar 6 NZD dapat air panas sepuasnya, suegerrr! Selesai mandi kami pun menuju destinasi berikutnya yaitu Arthur’s Pass. Sepanjang perjalanan kita akan melewati garis pantai timur NZ yang begitu dramatis, Kaikoura namanya. Di NZ ini jalan nya kan mulus dan jarang kendaraan, walhasil gak kerasa saya ngebut sampai diatas 100km/jam. Kebetulan ada polantas yg lagi sembunyi, yaudah kena speed ticket lah karena melebihi kecepatan maksimum. Denda yg harus sy bayar 80NZD dan lucunya saya tidak bisa bayar di tempat melainkan bayar melalui website dan dikasih waktu 28 hari dr tanggal kejadian (kata polisi nya, saya punya uang buat makan siang jadi gak perlu bayar di tempat, wkwkkw jadi inget polisi indo J). Eh lagi nulis begini jadi inget juga kalau belum bayar hahaha..mudah2an belum lewat 28 hari nih. Kami pun berhenti sejenak di pinggir pantai kaikoura sambil minum2 ganteng.

Perjalanan kami lanjutkan menuju Castle Hill. Singkat cerita, Castle Hill pada tahun 2002 dinobatkan sebagai “Spiritual Center of the Universe” oleh Dalai Lama. Dalai Lama tidak menyukai energi yg ada di kota Chrischurch dikarenakan katedral yg dibangun di sana mengambil batu dari Caste Hill, akhirnya Dalai Lama dibawa ke tempat sumber batu tadi dan dia merasakan energy spiritual yang luar biasa dan terkesima akan landscape nya. Hmm.. bukan nya mau ikut2an Dalai Lama, saya juga mengalami hal yg tidak biasa mengunjungi tempat ini, gak tau kenapa bawaannya merinding banget (serem) apa karena udah sore dan sendirian ya makanya merinding. Teman saya yang menunggu di parkiran katanya juga agak diganggu dengan suara yg mengagetkan dari luar di toilet tempat mobil kami parkir hirr.. Horror tapi keren! Lah piye? Karena keadaan sudah semakin gelap kami segera mencari camp site untuk menginap kali ini kami menginap di Lake Pearson Moana Rua Camp Ground (gratis). Wah lumayan rame nih kali ini campsite site, lebih dari 10 mobil menginap disana, tenaang.. Tak kami sadari sebenarnya malam itu sedang ada Aurora Australis, sebuah fenomena cahaya malam hari berwarna warni yg terlihat biasanya pada saat musim dingin, sesuai namanya fenomena ini terjadi di bagian selatan kutub – berlawanan dengan Aurora Borealis (northern lights).

Hari kedelapan. (Arthur’s Pass – Wanaka)

Berhubung hari ini kami akan melakukan perjalanan yang sangat panjang hampir 600 km sekitar 6 jam jadi kami harus berangkat cukup pagi biar sampai di tujuan tidak terlalu malam. Sudah tentu selama perjalanan kita akan banyak berhenti di spot 2 yang menarik. Cuaca di NZ ini begitu cepat berubahnya, pagi hari kami berangkat dari Lake Pearson langitnya bolong namun ketika sampai di Arthur’s Pass kabutnya menghalangi jarak pandang. Di Arthur’s pass kita akan menemui sebuah konstruksi yang impresif, sebuah viaduct/jembatan panjang yang dibangun untuk menghindari longsor yang sering terjadi di daerah tsb. Perjalanan dilanjutkan menuju Hokitika, dari pegunungan sekarang ke pantai. Kami berhenti sejenak untuk makan siang di Hokitika sambil menikmati udara pantai yang saat itu cukup cerah menyegarkan. Setelah urusan perut kelar kami melanjutkan perjalanan menuju Wanaka yg masih setengah perjalanan. Kami tidak berhenti di Fox Glacier/Franz Josef karena cuaca saat itu hujan lagian sudah pernah juga (bagi yg belum pernah tempat ini wajib dikunjungi). Setelah lumayan pegel nyetir kami pun berhenti di sebuah destinasi berikutnya yaitu Blue Pools. Di tempat ini kita bisa melihat sebuah sungai yang warnanya biru tosca yang sangat jernih mirip baru permata. Tak jauh dari tempat ini sekitar 1 jam akhirnya kami tiba di kota Wanaka. Berhubung masih sore sekitar jam 7 malam kami segera cari makan malam karena kalau jam 8an udah pada tutup, kecuali bar2 yg hanya menjual minuman dan snack. Perjalanan yang melelahkan ini ditutup dengan menginap di Diamond Lake campground (gratis).

Hari kesembilan (Wanaka – Arrowtown – Queenstown – Glenorchy)

Pagi ini saya sangat bersemangat untuk melakukan short hiking menuju Diamond Lake dan puncak Rocky Mountain. Setelah sarapan seadanya dan kopi tentunya, saya mulai melakukan hiking ini sendirian! Iya sendiri aja karena saya yakin kalau di NZ ini aman dari binatang buas hehe.. Duh selama hiking perut rasanya melilit kebelet mau poop akhirnya dekat dari lake ada toilet umum seadanya, aaah seperti melihat tumpukan emas, surga banget! Untung selalu sedia tissue basah di dalam backpack. Badan sudah enteng akhirnya saya lanjutkan menuju Diamond lake. Suasana sunyi ditemani cahaya pagi ditambah pemandangan danau yang begitu indah dan damai membuat kaki ini malas beranjak pergi. Setelah menikmati moment kesendirian itu sambil memuja muji Tuhan pencipta semesta alam saya melanjutkan hiking menuju puncak rocky mountain, lumayan berat rutenya tapi akhirnya bisa saya lalui mana gak ketemu orang satupun pula haha. Wuiih pemandang luar biasa diatas sini, bisa melihat lake Wanaka dan kota nya dari kejauhan yang diselimti pepohonan berwarna kuning keemasan ciri khas musim gugur.

Selesai pendakian ini saya kembali ke parkiran dan melanjutkan perjalanan darat menuju Arrowtown. Dalam perjalanan ini kita akan melewati scenic route yaitu Cardrona Valley, sebuah jalan berlika liku diantara pegunungan yang diselumuti tussock atau rumput2 panjang (kalau di Indo disebut bukit teletubbies kali yak). Akhirnya kami sampai di Arrowton yang saat itu sedang ada acara Autumn Festival. Pepohonan di kampung ini mulai berubah warna kuning dan merah meskipun belum puncak nya suasana perkampungan disini lumayan ramai. Setelah menikmati sejenak suasana festival disini kami melanjutkan perjalanan menuju Queenstown, kota yg paling ramai dikunjungi turis di South Island. Sampai di Queenstown kami segera menuju toko outdoor gear untuk membeli peralatan trekking untuk esok hari. Alat trekking sudah lengkap tanpa membuang waktu kami lanjut perjalanan menuju The Remarkables, sebuah pegunungan yang letak nya dekat dengan Queenstown. The Remarkables merupakan area ski pada musim dingin dan menjadi area trekking diluar musim dingin dan juga kita bisa melihat kota Queenstown dari atas gunung lengkap dengan Lake Wakatipu. FYI, jalanan menuju tempat ini belum diaspal dan curam jadi harus sangat hati2 kalau tidak mau tercebr ke jurang hiii.. Selesai dari tempat ini kami menuju Glenorchy, tujuan terakhir malam ini. Karena sudah keburu malam kami memutuskan untuk menginap di hotel/motel di Glenorchy sambil menyiapkan alat2 untuk trekking ke Earsnlaw Burn keesokan hari.

Hari kesepuluh (Glenorchy – Trekking Earnslaw Burn)

Sangking nyenyaknya tidur di kasur empuk motel semalam membuat kami keenakan tidurnya. Walhasil bangun telat dan baru jam 10 pagi mulai trekkingnya. Peralatan sudah lengkap di gembolan, dengan semangat saya memulai trekking hari ini menuju Earnslaw Burn. Awal pendakian cukup berat membuat teman saya sampai muntah hehe.. Kita akan melalui hutan hujan yang begitu lebat dan sungai2 kecil untuk mencapai kesana, naik turun gunung yang sangat curam dan licin ditambah kita hanya mengandalkan sebuah tanda kecil yg ditempel di pohon setip beberapa puluh meter. Jangan harap bisa mengikuti jejak pendakian ya karena: pertama rute ini jarang dilewati (sedikit sekali jejak), kedua banyak pohon2 besar tumbang yang menutup akses pendakian yang mana kita harus membuat jalur baru. Setelah trekking naik turun gunung yang sangat curam 9 jam dan berhubung hari sudah gelap kami memutuskan untuk membangun tenda sebelum tujuan. Kami lewati malam yang begitu dingin ditemani hujan berharap pagi segera cepat datang agar bisa kembali ke parkiran mobil kami.

Hari Kesebelas (Glenorchy - Queenstown)

Akhirnya dengan kegelisahan yg menerpa kami semalaman pagi pun datang dan kami memutuskan untuk tidak melanjutkan ke Earnslaw Burn melainkan kembali ke mobil. Kami pun berusaha mengurangi beban pikulan dengan meninggalkan sebuah tenda dan sleeping bag disana hiihi mudah2an gak ketawan deh, peeeeace..! Perjalanan pulang ditempuh dalam waktu 6 jam (lebih cepat daripada pergi) ditemani hujan dan kabut dalam hutan, mengerikan sekali! Berkali kali saya jatuh karena curam dan licinnya jejak disana, untung tidak terkilir, kalo biru2 lebam disekujur tubuh ya dimaklumi aja! Akhirnya kami  sampai di bawah dan melihat 1 mobil manis yang sedang menunggu kami. Aaaah rasanya seperti melihat mobil Ferari, we missed our car badly!!! Kami segera berlari menuju mobil kesayangan, melepaskan beban di pundak yg terasa menyakitkan, menanggalkan pakaian yang sudah basah karena hujan dan menari2 di padang rumput sambil minum minuman hangat ditemani lagu yg kami putar kencang2, We still live!!! Ujar saya.

Setelah melepas lelah kami menuju Queenstown dan menginap disana. Oia malam ini kami kembali menginap di hotel karena mau bersih2 badan dari dosa, eh kotoran maksudnya!

Hari keduabelas (Queenstown – Milford Sound)

Setelah nyenyak tidur di hotel pagi ini perjalanan dilanjutkan menuju Milford Sound. Hari itu hujan dan kabut selama perjalanan membuat jarang pandang sangat terbatas, padahal kalau cerah pemandangan selama perjalanan itu keren banget khusus nya dari Te Anau ke Milford Sound. Untungnya sesampainya kami di Milford Sound cuaca berangsur membaik hanya bersisa kabut saja membuat suasana disana begitu mistis. Kami memutuskan untuk menginap di Milford Sound Lodge(bayar) dan menghabiskan waktu memandangi Milford Sound yang begitu dramatis ketika diselimuti kabut.

Hari ketigabelas (Milford Sound – Otematata)

Tak ingin kehilangan kesempatan untuk menikmati sunrise di Milford Sound saya pun bangun cukup pagi sekitar jam 6 karena waktu itu matahari terbit pukul 7. Sungguh beruntung saat itu langit sangat cerah tanpa awan sedikit pun. Kalau kata orang New Zealand kita sangat beruntung bisa dapat cuaca sperti ini karena dalam setahun hanya beberapa hari saja bisa secerah ini, biasanya hujan atau kabut. Hal ini dikarenakan iklim mikro wetlands yg membuat tempat ini selalu basah. Setelah menikmati sunrise kami bergegas menuju pelabuhan untuk mengikuti Scenic Cruise lewat operator Go Orange. Banyak sebenarnya operator Milford Sound cruise namun Go Orange paling murah dan tidak sepadat operator lain ditambah rute cruise nya lebih panjang dibandingkan operator lain, pokoknya rekomen banget! Perjalanan cruise dimulai pukul 9 pagi. Suasana dramatis dari gunung2 yang sangat curam, air terjun yang megah, air yang sangat tenang menambah kesunyian dan keindahan tempat ini. Sekitar 2 jam kami menikmati cruise yang tak terlupakan ini.

Kami melanjutkan perjalanan panjang hari ini menuju Otematata. Oia kalau kita buat lanning 5 jam perjalanan sebaiknya dikalikan 1,5-2 karen apasti kita akan banyak berhenti untuk menikmati tempat2 indah selama perjalanan. Salah satunya Mirror lake di sekitar Milford Sound. Perjalanan pulang pun sangat cerah sehingga kami bisa melihat pemandangan selama perjalanan dengan jelas, tidak seperti sehari sebelumnya. Tebing2 curam lengkap dengan air terjunnya menemani perjalanan kami selama di Milford Sound. Setelah 6 jam lebih perjalanan kami tiba di Otematata dan menginap di Lake Benmore Holiday Park (berbayar).

Hari keempatbelas (Otematata – Lake Tekapo)

Perjalanan hari ini cukup santai, tanpa mengikuti itinerary hanya mengikuti kehendak alam. Kami melihat langit mana yang sedang cerah, intinya sih mengejar matahari duileeh.. Kami pun sampai Di Benmore Dam sebuah waduk buatan pembangkit listrik yang airnya berwarna jijau tosca. Di tempat ini terkenal jika sedang Autumn karena pepohonannya yang berwarna warni. Lanjut perjalanan menuju Lake Waitaki sambil menyempatkan makan siang seadanya yg kami buat sendiri.

Selesai menikmati pemandangan alam sekitar kami segera meluncur menuju Mt Cook / Aoraki. Karena menurut lamaran sekitar jam 3 siang cuaca disana sudah cerah. Benar saja Ketika mendekati Gunung Aoraki awan perlahan2 mulai menipis dan puncak Mt Cook mulai menmpakkan kemegahannya. Setibanya di area parkir Mt. Cook National Park kami bergegas untuk melakukan sedikit trekking menuju Kea Point dilanjutkan trekking ke Tasman Glacie. Di Kea Ponit kita bisa melihat puncak Mt. Cook dar denkat sedangkan di Tasman Glacier kita bisa melihat danau glacier dan Mt. Cook sebagai background nya dari puncak bukit. Setelah keadaan mulai gelap kami memutuskan untuk menginap di Lake Tekapo.

Malam hari nya kami sempatkan mengunjungi sebuah situs yang menjadi salah satu icon NZ yaitu Church of the Good Shepherd. Agak kaget setibanya disini karena sudah dipadati turis dari China yang berniat mengambil gambar situs tersebut dengan latar belakang bintang2 yang indah (Milky Way) sampai saya pun gak kebagian tempat! Saya juga tak ingin kehilangan momen untuk mengabadikan kejadian menakjubkan tersebut. Malam ini kami menginap di Hamilton Drive Area (gratis namun terbatas 6 mobil saja yang boleh menginap)

Hari Kelimabelas (Lake Tekapo – Akaroa)

Ditemani dengan kabut tebal pagi ini kami menyantap sarapan di pinggir Lake Tekapo. Selesai sarapan kami menuju Hakatere Pots atau Mt. Sunday. Hakatere Potts road merupakan rute scenic yang juga dijadikan tempat shooting film Lord of the Ring, tepatnya dekat dengan Mt Sunday. Nama tempat ini kalau di Film LOTR adalah Edoras. Sebelum kami tiba di Edoras kami menyempakan untuk makan siang di pinggir Lake Clearwater.

Selesai mengunjumgi tempat ini kami melanjutkan perjalanan panjang menuju Akaroa. Sebuah kota pelabuhan di tepi timur dekat dengan Chistchurch. Semakin dekat dengak Akaroa jalanan akan semakin beresiko alias berliku liku tajam melintasi perbukitan. Kami pun sampai di Akaroa lepas matahari terbenam dan memutuskan untuk menetap di Akaroa Boat Ramp (Gratis). Sebenernya ini merupakan area parker bagi pemilik boat tapi disediakan beberapa tempat saja untuk campervan, jadi siapa cepat dia dapat. Supaya gak kehilangan tempat kami pun memarkir mobil disitu dan mengelilingi kota Akaroa dengan berjalan kaki. Cantik banget kota Akaroa yang menurut sejarah merupakan penddudukan Prnacis, nama jalan di kota ini pun khas Prancis yang diawali Rue (Street kalo dalam bhs Inggris). Kai habiskan malam itu dengan nongkrong di salah satu bar pinggir pantai Akaroa.

Hari Keenambelas (Akaroa – Christchurch)

Pagi ini kami memulai perjalanan melewati Summit road menuju Le Bons Bay di Akaroa. Kondisi jalan Summit road begitu berlika liku namun pemandangannya sungguh luar biasa. Kita bisa melihat perbukitan membentang di seluruh peninsula lengkap dengan laut lepasnya. Kami pun tiba di Le Bons Bay , sebuah pantai yg terkenal di Akaroa. Pantai yang tenang dengan tebing2 di sisi2nya lengkap dengan burung cantik menemani pagi kami yang cerah itu.

Selesai dari tempat ini kami menuju kembali ke Akaroa untuk menikmati kehidupannya di siang hari. Saat itu sedang diperingati ANZAC day jadi jalan utama nya ditutup sementara karena akan digunakan sebagai parade bagi keluarga korban atau para veteran saat terjadinya perang dunia I di Galipoli yang menewaskan ribuan tentara Australia dan New Zealand. Setelah peringatan selesai kegiatan kembali normal dan kami pun menyempatkan untuk makan siang di kedai Fish n Chips paling ternama di Akaroa. Dengan hanya membayar 10 NZD kita kan medapatkan menu Fish n Chips yang begitu besar, paling besar yg pernah sy makan! Sekitar jam 3 siang kami pun memutuskan untuk menuju ke Christchurch sebagai destinasi akhir perjalanan kami di New Zealand. Mala mini kami menginap di Breakfree Hotel yang baru saja dibuka, karena baru buka harganya pun masih promo cukup 79 NZD sudah dapat fasilitas hotel bintang 3.

Hari Ketujuhbelas (Christchurch – home)

Hari ini merupakan hari terakhir kami berada di New Zealand, berhubung penerbangan menuju Jakarta malam hari kami memutuskan untuk menghabiskan waktu berjalan kaki mengelilingi pusat2 keramaian di kota Christchurch. Gak begitu banyak yang bisa dilihat di kota ini yang dikarenakan belum pulihnya bangunan2 yang hancur akibat gempa tahun 2011, paling juga RE:Start Mall yang menjadi daya tarik kota ini. Selain bangunannya yang terbuat dari container2 yg di desain menarik di tempat ini sering juga diadakan street market. Selesai dari tempat ini kami pun kembali ke hotel untuk mengambil titipan backpack dan menuju ke airport Christchurch demi melanjutkan perjalanan ke Jakarta via Auckland lalu Kuala Lumpur, lalu Singapore bhahahhak panjaaang cuuy… (Namanya juga tiket proma ah)

See you in my next trip!!

Tips:

- Beberapa operator ferry untuk menyebrangi North-South island yaitu: Bluebride dan Interslander. Interislander (kapal lebih besar sehingga lebih kebal terhadap cuaca resiko cancel kecil , fasilitas lebih lengkap, harga lebih mahal). Bluebridge (Kapal lebih kecil rentan terhadap cancelation tapi tenang aja bakal dipindahin ke kapal Insterislander kok kalo cancel, harga lebih murah)

- Wajib download aplikasi Campermate untuk road trip, berguna banget buat cari tahu freedom campsite, public shower, petrol station, groceries dll.