ETAPORAMA
DSC_0398.jpg

STORIES

stories about traveling, music, lifestyle by etaporama

Pakaian di Musim Dingin

Sebagai insan yang dilahirkan di negara tropis, rata-rata dari kita hanya mengenal 2 musim saja: panas atau panas sekalian. Kalaupun hujan, tidak membuat kita segera merapat ke perapian kan? Namun impian untuk setidaknya melihat dan merasakan turunnya salju pasti selalu ada bagi kita yang tinggal di negara yang memiliki kelembaban tinggi ini. Meskipun punya tekad untuk pergi berlibur menikmati salju layaknya pertunjukan di layar kaca namun banyak dari kita enggan mewujudkan dengan alasan paling lumrah tidak kuat dingin. Padahal banyak sekali keuntungan pergi di saat musim dingin yang dikenal dalam istilah pariwsata, low season. Apa artinya low season bagi wisatawan adalah harga tiket pesawat lebih murah, akomodasi lebih murah, tujuan wisata lebih lengang dan yang terpenting pengalaman yang tidak didapat di negara tropis yaitu bertemu salju, bermain salju.

Banyak cara untuk melepas batasan yang kita buat untuk pergi di musim dingin atau ke tempat yang ditakdirkan selalu dingin: Pegunungan Himalayas atau lingkar kutub se-misal, salah satunya dengan menyiasati cara berpakaian sehingga tetap hangat dan menyenangkan selama berada di luar ruangan pada suhu yang membeku. Memang tidak se-sepele memakai pakaian tebal layaknya model Michelin masalah tuntas. Tetapi mulai dari ujung kepala hinga kaki harus diperhatikan cara membalutnya agar terhindar dari serangan hypothermia. Prinsip dasar adalah sebisa mungkin menutup semua bagian kulit yang terpapar udara luar, kecuali muka kali ya nanti gak enak kalo mau difoto kan, ya nggak..?

A bulky Michelin

A bulky Michelin

Mulai dari kepala

Gunakan beanie atau turban atau apapun penutup kepala dan kuping, ingat sampai kuping. Jadi menggunakan topi baseball atau peci tidak akan membantu disaat seperti ini. Terutama untuk anak kecil dimana perbandingan area besar kepala dengan besar badan lebih besar ketimbang orang dewasa. Saya sendiri menyarankan menggunakan beanie yang terbuat dari wool, lebih baik Merino Wool yang berasal dari domba yang hidup di udara yang sangat dingin. Kenapa harus sampai kuping? karena organ tersebut tidak memiliki lapisan lemak yang melindungi kita dari sengatan cuaca ekstrim, jadi melindunginya dapat membantu menahan suhu tetap stabil.

WOOL BEANIE

Leher

Ingat gak waktu masih kecil kalau ibu kita di kala udara diluar dingin sering bilang “Jangan lupa pakai topi!” Banyak dari kita lupa kalau leher itu perlu ditutup juga. Padahal di bagian tersebut merupakan area yang sensitif terhadap suhu karena banyak kapiler darah yang melewati di lapisan kulitnya yang tipis. Penggunaan shawl/scarf berbahan wool atau sutra atau fur (eh maap yak Greenpeace) merupakan pilihan terbaik. Adapun bahan katun hanya akan membantu penampilan kamu sementara membuat pengguna menderita disaat suhu mencapai minus sekian derajat. 

ALPACA WOOL SCARF

Tangan

Tangan merupakan indikasi baik tidaknya tubuh kamu terlindung dari udara dingin. Jika tangan masih kedinginan berarti tubuh kamu belum terlindung sempurna dari sengatan cuaca dingin. Gunakan sarung tangan yang berbahan wool atau berbahan sintetis yang dapat menepis angin untuk keadaan lebih ekstrim. Kalaupun menggunakan bahan kulit pastikan memiliki lapisan fleece atau wool didalamnya. Repotnya ketika pakai sarung tangan adalah mengoperasikan gadget layar sentuh kamu. Tapi tenang saja di mall besar sekarang sudah banyak dijual bahan baik wool maupun sintetis yang bisa menyentuh layar gadget tanpa harus melepasnya.

LEATHER GLOVES

Badan (atas & bawah)

Nah ini nih bagian yang paling seru, selain merupakan bagian paling vital dikarenakan areanya yang meliputi 80% dari bagian tubuh kita tapi penampilan agaknya juga penting untuk diperhatikan. Banyak orang yang sudah memakai pakaian bertumpuk tapi tetap kedinginan lantaran tekniknya yang kurang baik. Sebenarnya tidak sulit untuk diterapkan yang penting paham akan teknik basic layering yang mana terbagi dari tiga bagian (memiliki fungsinya masing-masing), yaitu:

·      Base Layer (Mengatur Kelembaban)

Lapisan ini berfungsi untuk menyerap dan menguapkan keringat dari kulit kamu. Mungkin sebagian besar kita tak sadar kalau aktifitas diluar ruangan sebenarnya juga mengeluarkan keringat meskipun di udara yang sangat dingin. Bahayanya adalah ketika menggunakan bahan yang menyerap keringat tapi tidak cepat kering adalah peluh akan terus membasahi kulit yang mana sebenarnya tubuh butuh dihangatkan bukan sebaliknya. Bahan yang harus dihindari adalah katun sedangkan bahan yang sangat menguntungkan adalah syinthetic thermal dengan lapisan wool/fleece pada lapisan dalamnya. Ukurannya pun harus diperhatikan sebisa mungkin harus melekat dengan tubuh kita, jangan terlalu longgar. Namanya juga anak kota kalau ingat thermal layer kebanyakan akan merujuk ke merk dagang HEATTECH dari produsen Jepang ternama yang menurut saya agak percuma (ya kalau dipakai di kota sih gak masalah, kedinginan tinggal cari café terdekat untuk menghangat). Adapun Long John yang berfaedah dan lebih murah bisa kita temukan di FO atau di mangga dua yang menjual perlengkapan musim dingin. Kalau ingin sedikit ber-investasi bisa membeli dari brand ternama seperti Berghaus Thermal Zip di toko outdoor seperti Outlive. 

ZIP FLEECE

·      Mid Layer (Isolasi)

Lapisan isolasi membantu kita menahan panas keluar dari tubuh dengan cepat dengan menjerat udara tetap di dalamnya. Disini adalah bagian yang substansial, isolasi tebal dibutuhkan. Beberapa pertimbangan ketika memilih mid layer adalah dari segi aktifitas penggunaannya: Lightweight untuk aktifitas berat dan di udara sedang, Midweight untuk aktifitas sedang dan di udara yang cukup dingin dan terakhir Expedition-weight untuk aktifitas rendah di udara yang ekstrim dinginnya. Lapisan ini juga dikenal dengan lapisan untuk Down Jacket atau Wool Sweater. Down Jacket lazimnya memiliki lapisan inti yang terdiri dari goose down (bulu angsa) atau prima loft (bulu sintetis menyerupai angsa), dimana makin banyak presentase bulu angsanya dan intensitasnya (700-1000 fill) akan semakin baik melindungi dari udara dingin yang pasti harga akan menyesuaikan. Meskipun saya menyebut penggunaan sweater wool dimaklumi namun penggunaanya lebih pantas jika tidak sedang berada di alam liar. Kendatipun 100% wool, hal tersebut hanya mampu menghangatkan tanpa memiliki isolasi yang sempurna, sehingga pemakaiannya lebih cocok jika sedang berada di kota meskipun tidak menjamin suhu di kota lebih ramah daripada di alam bebas. Terlebih lagi biasanya harga wool-cashmere sweater menyerupai harga Down Jacket.

GOOSE DOWN JACKET

WOOL-CASHMERE SWEATER.

·      Cangkang Luar/Outer Shell Layer (Perlindungan Cuaca)

Tampaknya tampilan kamu sudah paripurna menggunakan base dan mid layer tadi. Tapi masih kedinginan juga karena terpaan angin dan hujan bahkan salju yang laju menghantam badan. Ada baiknya menggunakan lapisan terluar yang disebut shell layer. Lapisan cangkang pun terbagi dua yakni Soft Shell dan Hard Shell. Soft Shell biasanya digunakan untuk aktifitas tinggi dengan kadar evaporasi lebih tinggi dengan daya serap air rendah (water resistant). Sedangkan Hard Shell digunakan bila aktifitas yag dilakukan agak sedikit santai dengan daya serap air 0% (water proof) namun tetap memiliki kadar evaporasi, kelemahan dari hard shell yaitu akan sedikit membatasi gerak kita. Keuntungan lainnya adalah dengan menggunakan lapisan luar cangkang ini kita tidak akan terhindar dari bentuk model Michelin yang gemuk berlipat. Ukuran pun harus menjadi pertimbangan karena apabila terlalu ngepas akan mengurangi penguapan dari mid layer yang kita gunakan. Sebenernya lapisan ini kita sering lihat terutama pada musim penghujan atau biasa disebut jaket hujan namun jenis yang digunakan pada umumnya tidak memiliki kadar evaporasi dan buruk rupa hehe..

WATER & WINDPROOF HARD SHELL

Ujung kaki

Prinsip yang sama berlaku untuk menutupi kaki dari sengatan udara luar yang dingin dan uap lembab dari dalam. Gunakan kaus kaki berbahan wool, lebih baik merino wool. Ya memang banyak dari kita akan merasa gatal menggunakan Merino Wool yang asli namun hal ini dapat diakali dengan menggunakan kaus kaki tipis berbahan sutra atau polyester sebagai lapisan didalamnya.

MERINO WOOL SOCKS

Penggunaan sepatu/boots pun harus diperhatikan dari segi evaporasi (breathable) namun tahan air (waterproof). Sekarang sudah banyak sepatu/boots yang memiliki teknologi Gore-Tex yang artinya selain tahan air juga memiliki evaporasi yang baik, jadi meskipun tahan udara tetap tidak ngelekep. Perhatikan juga outsole dari sepatu yang digunakan apakah memiliki permukaan yang anti-slip, karena sepatu biasa tidak memiliki teknologi tersebut yang membuat kita sering terpeleset jika berjalan diatas salju yang licin. Pilihan favorit saya jauh kepada boots SOREL Caribou, selain kokoh lapisan dalam fleece nya membuat nyaman dipakai. Oiya ukuran lagi-lagi diperhatikan ya, usahakan membeli 1-2 nomor diatas sepatu biasa yang digunakan karena biasanya kita akan memakai kaus kaki tebal. 

WINTER SHOES

Gimana menurut kalian penjelasan saya diatas? Bikin ribet? Bikin tambah males pergi musim dingin? Duh sayang banget kalau enggan pergi hanya karena urusan pakaian apalagi kalau kamu kenal dengan istilah yang disebut Hotpack/HandWarmer/Grabwarmer yang bermanfaat menghangatkan bagian tubuh tertentu secara instan, semacam senjata darurat. Saya pribadi punya pola sendiri yang lebih sederhana terutama untuk lapisan badan, cukup Thermal Base Layer, Wool Sweater dan Parka Goose Down. Hanya 3 lapis dan itu sangat versatile penggunaannya, bisa dibolak balik sesuai keadaan terbukti ampuh ketika saya sedang berburu northern lights di Kola Peninsula, Rusia. Kecuali memiliki base layer kualitas baik, hindari mengandalkan kemeja flannel dan jeans karena mayoritas material tersebut berbahan katun. Sekarang alasan kamu untuk menghindari pergi di musim dingin sudah berkurang, apalagi kalau mau melihat Aurora yang biasanya dikelilingi salju woohoo… Agaknya bakal jadi candu sih :p 

MY WINTER ATTIRE WITH THE GOOSE DOWN PARKA UP TO -25ºC BY GJO.E