ETAPORAMA
DSC_0398.jpg

STORIES

stories about traveling, music, lifestyle by etaporama

Perjalanan Pertama Bersama EtaporamaGo ke Korea

Kali ini perjalanan yang saya lakukan bukanlah liburan untuk pribadi melainkan menjadi seorang tour leader, mendampingi peserta tour berlibur ke Korea Selatan yang kegiatan perjalanannya diatur oleh wadah travel independen bernama EtaporamaGo. Sebelum bercerita mengenai perjalanannya sendiri saya akan sedikit mengulas mengenai apa itu EtaporamaGo. EtaporamaGo sendiri bisa dibilang serupa tapi tak sama dengan Etaporama. Karena EtaporamaGo itu sengaja dibuat sebagai lini bisnis oleh Nadia dan Rama sebagai wadah yang berorientasi profit. Sedangkan Etaporama lebih sebagai tempat untuk berbagi dokumentasi perjalanan yang dilakukan oleh saya sendiri dan beberapa kontributor lainnya. Salah satu bentuk layanan yang dilakukan oleh EtaporamaGo adalah tour arrangement bagi siapapun yang berminat untuk travelling baik secara group maupun pribadi.

Destinasi perjalanan perdana untuk EtaporamaGo pada bulan February 2017 adalah Korea Selatan yang dibuat sesuai dengan permintaan klien kami. Sebagai orang yang baru menjalani bisnis ini kami bekerja keras dari nol untuk mengatur segalanya agar kualitas perjalanannya setidaknya setara dengan penyedia layanan lain yang lebih dulu bergerak di bidang ini. Bukan hal yang mudah tentunya membuat sebuah impian menjadi kenyataan, berbagai masalah mulai dari teknis hingga tekanan sosial harus kami hadapi namun, passion & pengalaman terhadap bidang travelling, juga niatan yang lurus agaknya meringankan kami menjalani semua prosesnya.  

Tiba waktunya untuk mengeksekusi perjalanan ini tepatnya tanggal 12 hingga 16 Februari 2017. Kami semua berkumpul di bandara internasional Soekarno-Hatta terminal 2 untuk mengejar pesawat menuju Seoul. Awalnya agak grogi menempatkan diri sebagai tour leader di hadapan peserta yang notabene sering mengikuti tour, namun berhubung pesertanya terlihat asik dan koperatif saya dapat menjalankannya dengan agak tenang. Setelah semua lengkap berkumpul kami pun berbarengan menuju meja check in yang kali ini berbeda peruntukannya, yaitu khusus group check in. Dengan belasan koper yang berderet kami harus merunutkannya satu persatu sesuai dengan  pemiliknya, dimana peserta tidak perlu ikut mengantri. Untungnya kami sudah memberi luggage tag pada masing-masing koper membuatnya lebih mudah diidentifikasi. Setelah proses check in selesai dengan lancar kami pun memberi masing-masing peserta boarding pass beserta paspornya dan mengumumkan untuk berkumpul kembali pada waktu dan gate yang telah ditentukan.

Nami Island

Setelah sekitar 7 jam bermalam di udara akhirnya  tiba di bandara internasional Incheon dengan pemandu lokal yang sudah menunggu kedatangan kami. Sementara peserta bersiap dengan perlengkapan musim dinginnya kami bergegas mengurus wifi untuk para peserta yang sudah request sebelumnya. Namun hambatan tetap saja terjadi, wifi yang telah dipesan melalui website ternyata belum disiapkan yang membuat sedikit emosi. Akhirnya kami pun beralih ke provider wifi lain tanpa harus memesan sebelumnya, meskipun sedikit lebih mahal tapi kualitas sinyalnya tidak mengecewakan setelah dipakai.  

Bus pun sudah menunggu, memuat sekitar 30an penumpang namun berhubung kami hanya berenam-belas, kendaraan terasa lega dan nyaman. Kali ini bus akan membawa kami dari bandara menuju Nami Island dengan pemberhentian untuk makan siang yang menyajikan dakgalbi (sejenis ayam bakar bumbu pedas). Setibanya di Nami kami harus menyebrangi danau buatan dengan sebuah kapal ferry berdurasi sekitar 5 menit dan memberikan waktu kepada peserta sekitar 2 jam untuk berkeliling menikmati keindahan pulau buatan ini. Sebagai tour leader saya pun tidak melepaskan peserta begitu saja tapi dengan senang hati mengikuti sambil mengambil foto para peserta. Usai dari Nami Island peserta pun bergegas kembali ke bus untuk menuju penginapan yang saat itu berada di pegunungan Seorak. Sebelum tiba di hotel, kami berhenti sejenak untuk makan malam di sekitar daerah Seorak dan menikmati Bulgogi Jungol (Sejenis daging bulgogi yang dimasak dengan sayur dan soun).

Mount Seorak – Kimchi Making – Hanbok – Dongdaemun

Bermalam di atas pengunungan sudah pasti menyajikan pemandangan indah di jendela kamar pagi harinya. Tepat pukul 8.30 pagi, usai sarapan di hotel peserta bersiap menuju Mount Seorak. Sekitar 15 menit perjalanan sudah sampai di tujuan namun, kami harus berjalan sekitar 10 menit dari tempat parkir menuju cable car dengan beberapa foto-stop, salah satunya patung unifikasi Buddha (Sinheungsa) yang diniatkan sebagai simbol permohonan untuk mendamaikan Korea Utara dengan Selatan. Kebetulan hari itu merupakan hari kerja, walhasil untuk menaiki cable car tidak perlu mengantri lama. Memakan waktu hanya 5 menit kami sudah sampai di atas Mount Seorak, disini juga terdapat café dan toko souvenir. Beberapa peserta memilih untuk tidak melanjutkan trekking ke puncak gunungnya dikarenakan jalur yang licin akibat es yang membeku dan juga cukup terjal. Beberapa peserta memutuskan naik ke puncak, lagi lagi saya memilih menemani peserta yang naik ke puncak yang memakan waktu sekitar 20 menit perjalanan. Di puncak gunung ini kita dapat menikmati keindahan lansekap sekitar 360º. Meskipun musim dingin, siang itu matahari cukup mentereng membuat udara sekitar cukup nyaman.

Puas menikmati pemandangan sekitar dan befoto ria kami kembali ke parkiran bus untuk menuju kota Seoul. Tak jauh dari area wisata Mount Seorak kami berhenti dahulu di sebuah restoran lokal untuk menikmati makan siang yang kali ini menyajikan ikan bakar. Usai makan siang kami melanjutkan perjalanan menuju Seoul yang menyita waktu sekitar 3 jam dari Seorak. Tampak beberapa peserta tertidur lelap dan sebagian asik mengunggah foto terbarunya di media sosial. Setibanya di Seoul kami langsung menuju ke tempat pembuatan Kimchi dan mencoba menggunakan Hanbok pada gedung yang sama. Disini peserta diberikan penjelasan mengenai cara membuat kimchi sekaligus mempraktekannya secara langsung. Usai acara ini peserta pun bergegas menuju lantai atas gedung ini untuk memakai pakaian tradisional Korea yaitu Hanbok sembari berfoto layaknya warga tradisional. Usai kegiatan ini peserta masih belum lapar sehingga kegiatan dilanjutkan dengan berbelanja di pusat perbelanjaan Dongdaemun. Tentu saja mayoritas peserta semangat dibuatnya namun waktu hanya dibatasi 1,5 jam saja kata sang pemandu lokal. Dikarenakan waktu kerja pemandu dan supirnya sudah agak lewat saat itu. Saya pun mengambil alih dengan memberikan pilihan bagi peserta yang belum puas berbelanja untuk kembali ke Dongdaemun setelah check in hotel di Seoul selesai agar peserta yang ingin melanjutkan dengan menggunakan taksi membawa kartu alamat hotel bersangkutan (maklum supir taksi disana kalau dikasih alamat dalam tulisan romawi tetep gak mudeng). Lagipula pusat perbelanjaan Dongdaemun buka sampai larut malam. Selesai dari Dongdaemun kami menuju sebuah restoran yang menyajikan Samgyetang (sejenis ayam yang direbus dengan ginseng dan nasi di dalamnya) dan check in hotel di kawasan Dongdaemun juga. Tiba di hotel pukul 9 malam, setelah kami membagikan kamar kepada peserta sebagian kembali ke dongdaemun sesuai niatannya dan saya cukup berjalan menikmati suasana malam di sekitar hotel -yang cukup ramai oleh café dan muda mudi lokalnya- beserta peserta lainnya sambil mencicipi chimaek (ayam goreng bumbu khas korea) hingga tengah malam.

Herbal/Cosmetic center – Gyeongbok Palace – Cheonggyechon Stream – Namsan Tower – Myeongdong

Sekitar pukul 8 pagi usai sarapan, bus sudah siap di depan hotel untuk mengantar kami menuju berbagai tujuan hari ini. Berhubung masih pagi dan belum ramai dipenuhi turis asing, kami menuju Red Pine center, sebuah pusat riset dan penjualan herbal berbahan pinus merah yang terkenal di korea dengan berbagai khasiatnya. Dari tempat ini, destinasi berikutnya adalah cosmetic center yang notabene menjadi ikon buah tangan dari korea. Sudah tentu terutama perempuan belanja banyak disini hahaha.. Usai dari tempat tersebut kami sejenak berhenti di restoran untuk makan siang yang kali ini menghidangkan Chinese food. Perut sudah kekenyangan, kami bergegas menuju Gyeongbok Palace yang terletak di tengah kota Seoul yang juga merupakan istana raja pada dinasti Joseon. Saya pun ikut menemani peserta untuk berkeliling kompleks istana ini sambil mendokumentasikan keseruannya.

Selesai dari Gyeongbok Palace kami menuju Cheonggyechon Stream dengan sebelumnya mampir di Duty Free Shop (tempat belanja bebas pajak) di tengah kota Seoul. Tampak beberapa peserta kelelahan sehingga hanya sebagian yang berkunjung ke sungai yang menjadi ikon kota Seoul ini. Selesai dari tempat ini kami melanjutkan perjalanan menuju Namsan Tower yang juga terkenal dengan gembok cintanya sambil menikmati pemandangan kota Seoul dari atas ditemani indahnya matahari terbenam. Seluruh peserta tampak sangat antusias di tempat ini. Kami pun berusaha mendokumentasi peserta menggunakan drone di tempat ini namun upaya itu gagal karena tempatnya yang tidak mumpuni (atau memang kami tidak ahli menggunakannya) hahaha.. Perjalanan hari ini diakhiri dengan mengunjungi pusat perbelanjaan yaitu Myeongdong. Lagi lagi banyak peserta yang tidak cukup waktunya jika dibatasi hanya 2 jam di surga belanja Korea ini. Namun karena masing-masing sudah memegang kartu alamat hotel kami bebaskan peserta untuk pulang menggunakan taksi jika tidak ingin mengikuti jadwal yang telah ditentukan. Saya pun menemani beberapa peserta yang masih ingin berlama-lama di Myeongdong dan beberapa peserta ikut pulang menggunakan bus seusai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Amethyst Center – Souvenirs Center

Hari ini merupakan hari terakhir dalam rangkaian perjalanan perdana EtaporamaGo ke Korea. Pukul 8 pagi kami sudah harus check out dari hotel dan menuju bandara internasional Incheon. Berhubung penerbangan ke Jakarta pukul 17.55 sore kami masih memiliki waktu untuk berkunjung ke beberapa tempat yaitu Amethyst Center dan berbelanja souvenir khas korea yang letaknya tidak begitu jauh dari bandara. Tidak hanya itu, kami pun masih sempat untuk bersantap siang di sebuah restoran lokal. Dalam perjalanan pulang ke bandara kami (Saya dan Nadia) berkesempatan untuk menghibur peserta dengan sedikit memberi hadiah hiburan atas foto-foto yang peserta unggah di media sosialnya. Kami berharap perjalanan kali dapat memberi kesan baik kepada para peserta tour yang kami adakan pertama kali.  Sampai jumpa di perjalanan berikutnya ya..

Cheers

Simak video seru dari salah satu peserta (Tashya Valenza) ketika mengikuti tour EtaporamaGo ke Korea