ETAPORAMA
DSC_0398.jpg

STORIES

stories about traveling, music, lifestyle by etaporama

Tren Destinasi 2017 Kemana Ya?

5 destinasi 2017 versi Etaporama

Memaknai motivasi traveling pasti berbeda beda tiap orangnya. Tapi ide yang paling umum adalah: memenuhi kepuasan terhadap rasa penasarannya akan keindahan alam dan keanekaragaman budaya, merasakan sensasi berpetualang, hingga mendapatkan informasi mengenai nilai sosial langsung dari opini orang lokal. Eh..apa yang paling umum kebanyakan orang Indonesia niatnya cuma belanja dan menunjukan daulatnya sebagai tukang jalan kali ya? hihihi…

Anyway, kami pun akhirnya menyusun beberapa destinasi yang patut dikunjungi di tahun 2017 agar destinasi luar negeri tidak melulu itu saja (dari sekian ratusan negara yang ada di dunia). Meskipun terdengar sangat subjektif namun pilihan destinasi berikut disetir oleh kecenderungan yang sama untuk merasakan pengalaman baru tanpa harus menguras habis tabungan. Karena secara global, kegiatan perekonomian masih sama lesunya beberapa tahun belakangan ini, wajar pertimbangan untuk mengisi daftar destinasi berikut adalah yang utama, budget! Lalu diikuti dengan dengan berbagai preferensi umum lainnya. Kombinasi budget, kondisi sosial saat ini, landscape unik dan pengalaman sekali seumur hidup menjadikan dasar kami dalam menentukan destinasi luar negeri pilihan di tahun 2017. Pengaruh berbagai media yang semakin banyak menayangkan kegiatan luar ruangan juga membuat banyak travellers memutuskan untuk lebih memilih berpetualang di alam bebas daripada wisata belanja. Sehingga membuat tujuan negara negara eksotis kian menjadi pilihan utama.

Adapun tren wisata versi Etaporama akan berbeda dari situs situs travel besar yang sudah ada, yang kebanyakan berbasis di Amerika. Sedangkan kami berusaha membuat destinasi yang lebih masuk akal untuk traveler yang berbasis di Indonesia.

Banyak nara sumber yang mengilhami dalam menentukan tujuan wisata di tahun 2017 versi Etaporama mulai dari website ternama, travel blogger hingga Instagram seperti:  Alex & Sebastiaan (Pakistan), Miss_Yane (Iran), Anindithodimask (Armenia & Georgia), Atlas Obscura (Bulgaria), Many Sources (South Africa) dan saya sendiri (Rusia) :p

Rusia

Entah lebih pantas disebut sebagai negara atau benua, negara yang memiliki 11 perbedaan zona waktu ini mungkin terbilang bukan destinasi eksotis melainkan mungkin lebih dikenal komunis dulunya. Dugaan bahwa penduduk lokalnya yang dingin tak teruji selama kami berkunjung kesana. Keramahan yang ditunjukan oleh warga lokal lebih tulus, tidak superficial, mereka tidak akan tersenyum dengan warga asing - bukan karena “dingin” namun karena sebatas tidak kenal. Terbukti pada suatu saat di dalam kereta malam segerombolan bapak-bapak dengan gestur kerasnya mengajak kami berbincang sepanjang malam di kereta membuat suasana menjadi hangat dan akrab, terlebih lagi mereka membatu kami saat petugas kepolisian/imigrasi menginterogasi saat turun dari kereta.

Aspek lain seperti keindahan alam dan bangunan bersejarah tak perlu diragukan nilainya. Sebut saja ikon seperti Red Square, Catherine Palace, Church of the Savior on blood dan sebagainya menjadikan negara yang berkesan suram akan lebih berwarna. Bagi pecinta alam bebas dapat menuju lingkar arctic (kola Peninsula) sebagai alternatif untuk melihat Aurora yang lebih murah dibanding negara Scandinavia, lake Baikal dengan keajaiban danau bekunya saat musim dingin hingga daratan Siberia dengan menggunakan Trans Siberia yang memiliki jalur kereta terpanjang di dunia.

Terkenal murah (saat ini nilai tukar mata uang Ruble masih rendah, sebelum World Cup 2018) dari berbagai aspek mulai dari penginapan, makanan hingga transportasi. Bayangkan saja berkereta selama 24 jam dengan sleeper train cukup merogoh kocek setara dengan 300 ribu padahal bukan tiket promo. Untuk urusan makan bisa dicoba di restoran buffet lokal, dengan harga dibawah 70ribu makanan tersaji lengkap mulai dari appetizer-entrée-dessert. Sedangkan untuk akomodasi, meskipun kamar hotel disana lebih murah dibanding Jakarta, AirBnb menjadi pilihan utama karena banyak desain apartemen ciamik dengan harga jauh lebih murah dibanding hotel (jika pergi beramai-ramai).

Iran – Armenia – Georgia

Dengan dibukanya jalur internasional Air Asia ke Tehran (Iran) membuat salah satu kawasan jalur sutera ini semakin mudah diakses dan menjadi incaran para wisatawan pencari hidayah :). Kamu bisa melakukan perjalanan 3 negara sekaligus dalam sekali tepuk tanpa membutuhkan waktu perjalanan yang sangat lama.

Iran dulunya mungkin tidak terlihat seksi sebagai destinasi yang patut dikunjungi. Namun memahami situasi sosial yang terjadi saat ini khususnya di Indonesia, menjadikannya sebagai tujuan anti-thesis. Dianugerahi pegunungan arid namun kaya akan sumber daya alam hayati membuat negara ini menjadi incaran petualang yang hobi aktifitas luar ruangan. Tak hanya itu saja, keramahan warga lokalnya yang siap menyambut hangat wisatawan asing yang berkunjung, menjadikannya highlight dari negara ini. Ya, memang biaya hidup bagi wisatawan disini tidak semurah anggapan kita. Namun hal itu bisa disiasati contohnya; untuk akomodasi kamu bisa menggunakan jasa Couchsurfing (komunitas travel tak berbayar/minim bayaran). Tapi perlu diperhatikan bahwa tidak semena-mena kamu menggunakan couchsurfing jadi gratis. Kami sangat menyarankan untuk memberikan imbalan dalam bentuk yang setimpal kepada host, seperti: pertukaran budaya, memberi oleh-oleh khas Indonesia atau yang lain yang lebih bernilai ketimbang uang (asal bukan yang enggak2 yess *kick *hit *smack down).

Armenia merupakan negara kecil bergunung yang secara geografi akan membuat banyak kejutan bagi wisatawan asing. Puncak gunung, lembah hingga ngarai membuatnya terasa lebih besar dari ukuran sebenarnya. Sebagai tambahan atas keragaman secara geografi, perbedaan iklim dari suatu tempat ke tempat lain cukup berbeda, bersiap untuk menikmati iklim gersang layaknya bulan hingga hutan hujan hingga diginnya puncak es abadi hingga danau besar diatas gunung yang dikelilingi hutan pinus. Ada beberapa daerah dimana semua itu dapat dirasakan dalam satu kawasan.

Beribukota di Tbilisi, Georgia merupakan negara dengan pemandangan yang luar biasa indah di segala musim lengkap dengan bangunan kuil dan gereja bersejarahnya di perbukitan. Kekayaan alam yang dimilikinya membuat makanan dan minuman yang disajikan disini begitu berkualitas. Dengan latar belakang sejarah yang kompleks menjadikan karakter warganya sangat terbuka bagi wisatawan asing. Belum lagi keindahan arsitektur rumah rumah di perkampungan membuat wisatwan ingin berlama lama tinggal disini.

Bulgaria

Suatu tempat antara panorama Pegunungan Pirin dan sudut-jalan Plovdiv tua, Bulgaria berhasil memikat imajinasi para wisatawan – yang mungkin akan melekat selamanya di pikiran. Bulgaria adalah negara dengan berlapis-lapis misteri, dengan lapangan ski  yang fantastis begitu juga pantainya. Tapi apa yang membuat kami terpana akan Bulgaria adalah campur aduknya budaya kuno dan mutakhir. Rumah peninggalan jaman Ottoman yang disulap menjadi sebuah bar bawah tanah hingga monument Spomenik peninggalan Yugoslavia dengan desain yang memenuhi hasrat fantasi membuat alasan yang sempurna untuk kami menempatkannya sebagai tujuan weisata untuk tahun ini atau selamanya .

Negara ini makin kesini makin ramai diperbincangkan di kalangan traveler. Tak heran jika memiliki biaya hidup murah dengan kualitas hidup yang baik, pajak terendah di eropa, jaringan internet yang sangat cepat hingga gaya hidup sehat namun berbiaya rendah menjadikannya sebagai negara favorit oleh banyak digital nomads. Negara yang termasuk dalam daerah Balkan ini (pegunungan Balkan di tenggara Eropa) sudah tentu memiliki kekayaan berbagai sumberdaya alam mulai dari atas gunung hingga bawah laut (Black Sea) yang siap disodorkan bagi para pengunjungnya.

Pakistan

Terinspirasi oleh ekspedisi Levison Wood dalam serial Walking the Himalayas yang mengangkat kisah perjalanan melalui perbatasan yang ada sepanjang Pegunungan Himalaya mulai dari Afghanistan hingga Bhutan membuat sangkaan akibat berita di media tersanggahkan. Kemasyhuran Pakistan utara (Gilgit Baltistan) khususunya, akan menyaingi kawasan Himalaya yang sudah lebih dulu populer seperti Nepal dan Tibet. Menjadi tumpuan gunung kedua tertinggi di dunia yakni Karakoram, Pakistan utara akan menyajikan pemandangan yang luar biasa indah mulai dari hutan pinus yang segar hingga wilayah gersang dengan puncak es tajam di hadapan. Terlebih lagi keramahan penduduk lokalnya yang akan menyambut wisatawan asing bak seorang raja (karakter yang serupa dengan Iran) membuat destinasi ini akan menjadi pujaan para traveler yang mengincar destinasi eksotis. Kita pun dapat mengenal etnis minoritas setempat dan kebiasaan para lokal lebih aktual yang membuat wawasan kita lebih terbuka, tak melulu didogma oleh media.

Memang tak dipungkiri untuk mendarat di negara ini dulunya terpusat pada ibukota Islamabad yang membuat perjalanan udara jadi mahal, khususnya dari Indonesia. Namun thanks to Malindo Air yang membuka akses melalui Lahore yang dekat dengan perbatasan India, sehingga membuat perjalanan udara semakin affordable.

Afrika Selatan

Kita mengenal negara ini secara geografis sangat jauh dari Indonesia, namun terima kasih atas keberadaan mesin pencarian tiket, negara ini kian diminati sejak semakin gencarnya promo tiket menuju Cape Town khususnya dari negara tetangga Singapura cukup membayar USD500-600 sudah bisa menjelajah sepanjang 9,500KM .

Ada sesuatu yang tidak biasa dari negara yang dikenal dengan negeri pelangi ini. Memiliki 9 provinsi akan membuat perjalanan begitu mengesankan , terutama jika dilakukan dengan perjalanan darat. Pilihan akomodasi di tengah taman nasional dengan hewan liar di sekitar membuat kita seolah menjelajah lewat mesin waktu.

Lansekap yang dinamis menjadikannya surga bagi penyuka olahraga yang memicu adrenalin seperti spot popular untuk memanjat tebing di Caderberg yang terjal, berselancar di pesisir timur pantai Cape, paralayang diatas Table Mountain yang merupakan ikon dari Cape Town hingga Bungee Jumping dari jembatan Garden Route. Jika Olahraga ekstrim bukan pilihan kamu, bisa juga melakukan aktifitas yang lebih santai seperti trekking di Drakensberg atau menikmati safari hewan liar di semi-gurun, di taman nasional Kruger.

Sejarah yang kelam telah membentuk identitas negara ini. Politik apartheid yang baru berakhir tahun pada 1994 meninggalkan banyak luka bagi penduduk asli kulit hitam. Mengunjungi Bo Kaap sebuah distrik cantik berwarna warni yang dulunya dikenal sebagai Malay Quarter (distrik imigran dari Malaysia, Indonesia dan jajahan Belanda lainnya yang mayoritas Muslim) menjadi magnet untuk lebih mengenal sejarah kelam masa lalu dari sisi penduduk lokalnya.

Gimana, sudah memutuskan mau liburan kemana tahun ini? Yuk berbagi cerita mengenai ide traveling kamu di form comment dibawah ini.

Cheers

TravelETAPORAMAtips, russia, Europe