ETAPORAMA
DSC_0398.jpg

STORIES

stories about traveling, music, lifestyle by etaporama

UAE Turkey

Kali ini saya akan berbagi cerita mengenai perjalanan saya ke UAE (Dubai & Abu dhabi) dan Turkey (Istanbul & Cappadocia) Pada bulan dari February akhir s/d awal Maret (Winter time) 2012. Awal niat kepergian sih sebenarnya pengen ke Istanbul, tapi berhubung ada sodara tinggal di UAE ya dimanfaatin. Lumayan nginep gratis, Karena bisa dibilang penginapan di UAE itu lumayan mahal2. Dan kebetulan juga lagi ada event besar disana yaitu Tennis tournament di Dubai, sebagai pecinta tennis sy tidak akan melewatkan kesempatan langka ini. Ok, setelah memutuskan mau pergi kemana barulah kita cari2 ticket airlines yg bisa memenuhi kebutuhan kita (harga, waktu, destinasi). Jatuhlah pilihan kepada Emirates Airlines yg waktu itu sedang promo (October) total 870 USD dengan itinerary sbb:

JKT – Dubai (Dubai stop over 6 hari 5 malam)

Dubai – Istanbul

Istanbul – JKT (Transit Dubai)

(pilihan rute ada di multi city)

Visa

Untuk pengurusan visa pada waktu itu saya memilih untuk mengurus sendiri. Kita harus submit via agent VFS karena tidak bisa apply langsung ke Kedubes UAE, tergantung keperluan sih. Kalo keperluannya kerja atau yg lebih ribet biasanya langsung ke Kedubes nya, tapi kalau hanya urusan tourist harus via VFS. Biaya yg dikeluarkan untuk tourist visa adalah Rp.750rb limit waktu stay 30 hari single entry. Kalau Cuma mau stay kurang dari 96 jam atau 4 hari cukup apply transit visa saja dengan biaya yg lebih murah tentunta. Dokumen2 yg diperlukan dalam pengajuan visa UAE ini cukup unik karena dibutuhkan surat sponsor yg bisa dikeluarkan oleh Airlines, Hotel di UAE atau sodara yg tinggal disana. Kebetulan sy menggunakan surat sponsor dari keluarga yg tinggal disana. Kalau gak punya sodara disana usahakan naik airlines yg berbasis di UAE. Kalau tidak mau naik Emirates atau Etihad berarti harus minta sponsornya dari pihak hotel tempat kita akan menginap disana. Oia selain itu ada batas minimum saldo di tabungan, kalo gak salah waktu itu 60jt (kalo pake surat sponsor sodara gak perlu sampai segitu sih soalnya di surat itu biasanya ditulis bahwa akomodasi dan makan ditanggung pihak disana hehe).  Alhadulillah akhirnya visa issued dengan lancar. Bentuk visa nya hanya berupa lembaran kertas print an bukan di temple di dalam passport, karena system mereka sudah online jadi data kita sudah ada di data bank imigrasi mereka cukup membawa kertas visa tadi, lebih repot sih menurut saya. Ok, untuk visa Turkey kita tidak perlu apply dari Indo karena Visanya On Arival seharga 25 USD atau 20 Eur.

Hari Pertama (Jakarta-Dubai-Abu Dhabi)

Berangkat tengah malam dari Soetta nyampe di Dubai Int’l airport sekitar jam 5 pagi. Setiba di dubai airport jangan langsung ke bagian Imigrasi dulu, sebelumnya kita harus Eye Scan  (sebelah kiri kalo dari imigrasi), lalu visa UAE kita ditandai disitu. Karena kalo belum, capek2 ngantri di Imigrasi nanti disuruh balik lagi ke bagian Eye Scan, antriannya lumayan panjang cuuy (padahal itu terminal dedicated utk Emirates lho). Kita menghabiskan waktu di terminal 3 sampai 2 jam karena antriannya panjang banget ditambah pintu yang dibuka sedikit dan orangnya lelet2 (semua juga tau yaa arogannya orang UAE itu gimana). Keluar dari Imigrasi kami dijemput paman yang tinggal di Dubai. Hmm..udara pagi di Dubai saat itu segerrr banget 15 C (based on weather information board). Jalan Menuju parkiran mobil banyak sekali mobil2 berdebu lama gak kepake ditempel sticker kepolisian stempat. Setelah Tanya ke paman ternyata itu biasa banget ketika orang sudah tidak mau lagi bayar cicilan mobil ditinggal pulang aja itu mobil tanpa di lunasi. Info: harga mobil disana 1/3 harga mobil di Indonesia, karena mereka free tax. Jadi gak heran banyak mobil mewah berseliweran. Dari airport kita menuju Apartemen tempat paman tinggal, nama apartment nya Blue Tower (One of the tallest building at Syekh Zayed Road) itu tower sempet dipake shooting MI-3, penting yak??hehe..

Sesampainya di apartemen kami dusuguhi lontong sayur khas Betawi buatan tante saya yum yumm..  Setelah Dzuhur kami langsung mengunjungi sebuah hotel yang bernama Madinat Jumeirah, Hotel ini termasuk salah satu atraksi wajib di Dubai dimana hotel tersebut dikelilingi oleh sungai buatan, transportasinya pun lucu, naik sampan (Baca: Abra).Buat nyobain abra ini kita harus bayar 25 Riyal (Rp. 75.000) dan kita bisa kelilingin ini hotel, baguss lah pokoknya. Di hotel ini juga terdapat Pasar seni dan cafe2 tentunya. Setelah itu kami pergi menuju Hotel Atlatis salah satu Icon Dubai, didalamnya ada Underwater World tapi kami gak masuk, soalnya udah puas sama sea world Ancol hehehe… Disini cuma buat foto2 aja, dan menikmati angin pinggir laut yang segerrrr… Gak kerasa udah sore aja, seketika itu kami langsung menuju Marina Bay. Di tempat itu banyak dijajakan makanan2 international, cafe2, etc., di pinggir pantai dan juga dijadikan tempat untuk ajang pamer mobil bagi anak mudanya bhihik…katrok juga sih liatnya a.k.a sirik :p. At least spend an hour or two to see beautiful Arab people wander and show off. Setelah dari Marina bay ini lalu kami menuju Dubai Mall sebagai meeting point kami bertemu dengan sepupu dari Abu Dhabi yg akan menjeput kita.

Udah capek jalan2nya malamnya kita menuju Abu Dhabi. Cuma butuh 1.5 jam perjalanan dari Dubai ke Abu Dhabi. Disana ruas tol nya lebar2 (6 lane) dan luruuuuss gakbelok2 makanya cepet dan mobil biasanya dilengkapi speed lock soalnya jarang nge-rem. Speed lock nya biasanya di set 120 km/hr. Ada kejadian lucu (baca: serem) sebuah mobil TLC speed lock nya failed  alhasil terpaksa melaju 120 km/hr padahal udah mau keluar toll. Terpaksa dia telfon polisi minta dikawal, alhasil kejadiannya mirip film Speed dikawal Moge, Mobil polisi sport dan Chopper. Akhirnya berhasil juga tuh mobil kembali ke kecepatan normal setelah berjam jam ngudar ngider di toll. Sesampainya di Abu Dhabi saya menginap di apartemen sepupu, di pusat kota Abu Dhabi. Kota ini menurut saya lebih friendly dibanding Dubai, mungkin karena di Dubai banyak banget gedung tapi tak berpenghuni, macam kota yg mau bangkrut aja.

Hari kedua (Abu Dhabi)

Setelah lunch gratisan kita menuju Abu Dhabi open Museum, disini terdapat sejarah kota Abu Dhabi dari jaman baduy sampe modern sekarang ini. Posisinya sekali lagi di pinggir pantai, dan kita dapat melihat skyscrapers Abu dhabi dari sisi ini. Ada kejadian nyebelin juga disini, tante saya kehilangan gelang emas nya hahaha.. tapi Alhadulillah ketemu tergeletak begitu saja, soalnya gak ada pencuri sih…

Selesai disana kita menuju Emirates Palace Abu Dhabi, yang disangka sebagai tempat shooting film Sex and The City, ini hotel emang super duper megah dengan interior mostly disepuh dengan EMAS! Dan minuman andalannya yaitu Emirates Palace Cappuccino, dengan serpihan Emas “asli” diatasnya, harganya 75AED before tax. Info: Hanya tamu yang menginap saja yg boleh masuk. Dengan trik abunawas  kita pun diijinkan masuk, setelah debat sana sini dulu, gak tahu maluu!! Hahaha Bravo om Uncu! Selesai nyeruput kopi “EMAS” itu kami pergi ke Syekh Zayed Mosque, bangunan ini adalah icon kota Abu Dhabi dan juga Masjid terbesar di UAE. Disini para wanita harus menggunakan Abaya (bukan Abaya Syahrini yaw -__-“) kalo mau masuk disewakan for free. Pengambilan foto dilarang jika objek yg difoto auratnya terbuka (polisi dimana -mana), sempat ditegur soalnya padahal sepupu saya udah pake baju sopan (bukan abaya), sesuatu banget yah! Sekali lagi apapun yang dibangun oleh UAE itu memang terkesan berlebihan, tapi yaa disitu kita bisa melihat betapa banyak duit yang mereka punya hahaha….

Sore pun tiba dan kami segera menuju Yas Island (Pulau Reklamasi) dimana circuit F1 & Hotel Viceroy berada, oia ada IKEA juga sih ah sudahlah yaa. Hotel ini biasa dijadikan tempat menginap selebritis untuk nonton F1 karena letaknya yg berada persis dipinggir circuit, Roger Federer sering nginep disini. Di hotel ini kita mendapatkan special treat dari bang Opik (sepupu saya), soalnya dia sous chef disini bhihihik, makan hrateiiis lageee… Abis kenyang pulaaang.. Tidooor

Hari Ketiga (Abu Dhadi-Dubai)

Masih di Abu Dhabi. Setelah sarapan kita menuju Dubai, alangkah baiknya Tuhan di sepanjang jalan kita disambut oleh Sandstorm!! Pengalaman yang tak terlupakan.

Di Dubai sy jemput sepupu dulu yang kuliah disana, cerita punya cerita orang local dikit yang sekolah di Dubai, kebanyaan di UK atau US, disini banyaknya anak dari Kazakhstan, Pakistan dan Tan Tan yang lain *ngecess.. Kami lanjutkan perjalanan kami ke Dubai Museum. Disini banyak ditemukan artefak2 kuno peninggalan baduy (duh ternyata mereka orang baduy dulunya, nggak dulu2 banget sih sekitar 1920an, no wonder *teet sensor*). Btw tempat ini wajib banget dikunjungi biar tahu dulunya mereka kayak apa hahaha.

Selesai dari sini kita menuju ke Bastakiya. Ini tempat udah sy incer banget, semacam old preserved city. Bisa dibilang juga open air museum, karena banyak bangunan2 kuno peninggalan Arab jaman dulu. Di pintu masuk kita disambut oleh sekelompok orang yang seakan-akan hidup di jaman baduy dan ditawarin Teh Arab sama mereka, Shukran! Dari tempat ini kita pun naik Abra menuyusuri sungai untuk melihat keindahan Deira Old City (kota perdagangan tua). 150AED setelah nego dari 300AED untuk ber 8 durasi 1 jam.

OK, Matahari pun sudah terbenam kami pun bergegas menuju Burj Dubai / Burj Kalifa the tallest building in the world 800-ish meters. Disini kita bisa menikmati Magic Fountain yang disesuaikan gerakannya dengan lagu pengiringnya, uhuyy.. Laparrr pun mendera, kami pergi ke RAVI Restaurant atas rujukan trip advisor. Disini makanan yg dihidangkan khas Pakistani, murah banyak dan enaak..

Hari keempat (Dubai/Sharjah)

Perjalanan dimulai pagi hari kami menuju Blue Souq di kota Sharjah, Semacam mangga dua sih tapi sedilkit lebih kecil dan sepi. Disini tempat untuk beli oleh2 khas UAE murah2 (Kaftan, Abaya, souvenirs you name it) namun letaknya memang agak jauh dari Dubai, 40 menit perjalanan kalo gak macet, kalo macet ya bisa 2 jam. Kenapa bisa macet disini? Di kawasan ini banyak pekerja Dubai yang tinggal disini karena living cost nya lebih rendah dibanding Dubai.

Selesai belanja saatnya nonton turnamen Tennis. Dubai Duty Free Tennis Championship ini masuk dalam tier II ATP world tour, jadi pemain2 wahid main disini. Terletak di kawasan media centre dimana headquarters media station berkumpul. Crowd disini kebanyakan Expat, soalnya kalo orang local demennya nonton Horse Racing, meh…. Bagi yang gak suka noonton Tennis disini ada juga Cafe2 untuk nongkrong sambil menikmati taman2 yang indah dan cuci mata.. Oia Dubai ini rapih juga tata kotanya, sampe2 ada IT City, Media City, Education City et cetera.

Hari Kelima (Dubai)

Saatnya beli oleh2 lagi hahhaha.. kali ini kita pergi ke Deira, tempat ini terletak di pusat kota Dubai gampang dicapai menggunakan metro. Di tempat ini terdapat pasar yg again it’s belived as one of the scene on Sex and The City the movie, tapi yaa emang bener sih ada dijual sepatu yang mbak Carrie beli itu hehe. Disini saya beli cokelat isi kurma, enak!

OK time is running and desert safari is waiting.. Ketika tante2 masih sibuk belanja kita pun para pemuda bergegas balik ke apartemen karena supir untuk menuju desert safari menunggu disitu (yg tua pada takut ikut desert safari). Kami pun menggunakan metro dari Deira ke Syekh Zayed road. Sistem metro di Dubai ini bisa dibilang baru  karena cuma ada 2 line (Green & red), tapi sudah cukup mengakomodir spot2 tujuan wisata.

Selama perjalanan ke area desert safari kami berhenti sejenak di rest area. Di tempat itu kita bisa ngopi2 dulu dan foto2 dengan background batu2an khas gurun pasir, momen ini juga digunakan oleh para driver untuk ganti setting-an ban (dikempesin doang sih) supaya nggak ngesot pas jalan diatas pasir. Petualangan pun dimulai, kendaraan yang kami gunakan TLC 4x4. Adrenaline begin to rush, turunan terjal dikepot kanan kiri seakan mobil ini bakalan kejungkel. Alhasil salah seorang penumpang yg duduk didepan pun muntah!! Dan mobil pun terpaksa berhenti di tengah gurun pasir, sejauh mata memandang  Subhanallah indah banget.. Kesempatan selagi mobil dibersihin dari muntahan kita ya foto2 lah.. ini namanya berkah instead of musibah. Dune bashing ini berdurasi kira2 1 – 1.5 jam, jadi ya bayangin aja perut dikocok kayak apa rasanya. Setelah Dune Bashing selesai kita punmenuju area dimana kita akan mendapatkan camel ride, makan barbeque,   temporary tattoo & Arabic dance shows (literary included not for free). Ditempat ini dihabiskan 2-3 jam. Setelah selesai pun kami langsug menuju pulang ke apartemen paman, dan beres2 karena besok akan ke Istanbul woohooo..

Hari keenam (Dubai – Istanbul)

Kalo gak lupa, kita berangkat jam 3 siang dari dubai sampai di Istanbul jam 6 sore. Diatas pesawat pun saya melihat bahwa kota Istanbul sebagian tertutup salju grgrggr…. (it was the coldest winter over the last 50 years in Turkey). Sebelum ke meja imigrasi kita harus beli visa dulu seharga 25 USD (VOA) setelah paspor kita ditempel sticker visa barulah kita menuju meja imigrasi, lancaaarr.

Di airport pun kita sudah dijemput oleh mobil dari hotel tempat kita menginap and it’s free sebagai bonus jika menginap lebih dari 3 malam (Hotel Erboy recommended). Setibanya di hotel kami pun disambut dengan Teh khas turki (apple tea) oia suhu diluar hotel 2-C. Setelah check in kami diberikan free dinner karena selain free airport transfer juga free 1 dinner lahhh oke beuud!! Nama restaurantnya Pasazade (real Ottoman Cuisine) itu termasuk restoran top 20 list di Trip Advisor. Setelah makan malam pun kami berusaha istirahat karena besok akan city tour dari pagi, ehh pas masuk kamar liat ke jendela seperti ada abu beterbangan kirain kapas atau abu kebakaran ternyata Salju!! Maklum orang udik kagak pernah liat salju turuun!! Saya pun langsung keluar hotel sambil menikmati Salju turun sambil foto2 diketawain sih sama org hotel, hehehe..

Hari Ketujuh (Istanbul)

Pagi setelah sarapan jam 8 seorang tour guide local sudah menunggu di lobby dan siap untuk memulai perjalanan. Kami mengambil jasa tour lewat www.bacpackerstravel.net soalnya disitu reviewnya bagus & murah dibanding yang lain. Disarankan untuk mengambil guided tour untuk kota yg belum sama sekali pernah kita kunjungi.

Refference: www.turkeytravelplanner.com .

Hari ini kita ambil Full day Walking Guided city tour seharga 45 Eur, normally 50 Eur, karena waktu itu low season. Jadi ya seharian jalan kaki sampe gempor di gempur hawa dingin plus salju. Rutenya: Pagi: Topkapi Palace, Blue Mosque, Roman Hippodrome. Jeda makan siang. Siang: St. Sophia Museum, Basilica Cistern, Million stone, Tomb of Sultan Mahmud and ancient Ottoman cemetery, Cemberlitas dan berakhir di Grand Bazaar. Recap nya aja yaa..Topkapi Palace ini sebuah palace yang dikelilingi taman yang luas dan indah dan terdapat museum yang koleksinya kedua termahal setelah museum di New york lupa namanya hehehe Koleksinya bikin merinding.. keren2 banget. Ada tongkat nabi musa, ada cetakan telapak kaki nabi Muhammad SAW, dan baju2 kerajaan ottoman yg tak lazim warnanya, banyak main di warna turquoise, mungkin nama itulah asalnya dari Turki – Turquoise. Blue Mosque ini baru aja dibuka setelah restorasi beberapa tahun, beruntung.. Didalamnya banyak gantungan2 lampu menjuntai yg jaman dulu memakai lilin sebagai penerangan bukan lampu. St. Sophia Museum: Bangunan ini dahulu awalnya digunakan sebagai gereja, namun berubah fungsi menjadi Masjid, lalu sekarang berubah fungsi lagi jadi Museum.. formidable!!! Banyak lukisan al fresco disini ditiban dengan kaligrafi arab, karena pada saat penggunaan sebagai masjid kan dilarang ada lukisan manusia atau binatang, menurut tradisi Islam atau Arab?. Intinya merinding lah Basilica Cistern: Nah tempat ini menurut saya kalo di Indo bakalan jadi tempat horror dah, secara letaknya dibawah tanah, dahulu digunakan sebagai tempat penyimpanan air, tapi pada dinasti Ottoman tempat itu tidak lagi digunakan sebagai sumber air karena dianggap tidak higienis, good thought! Lokasi ini sempet juga jadi salah satu scene nya james bond yang ada patung Medusa kebalik itu lho.. lupa tapi seri berapa. Sekarang tempat ini kadang dijadikan tempat konser musik2 khas Turki.. Grand Bazaar: merupakan pasar tertutup yang amat besar, gampang nyasar kalo gak dihapal pintu masuk dan keluarnya, kalo kita salah pintu keluar bisa2 kita berada disisi lain kota Istanbul, jauhh muternya… Disini penjualnya bisa bahasa melayu hati2 jangan mudah tergoda. Intinya jika kita beli sesuatu disini dan pada akhir transaksi kita dikasih teh berarti kita udah beli barang diatas harga rata2 hahaha ketepuuu!! Asli..souvenirs khas Turki ini bener2 menarik, sy yang biasanya gak suka jadi betah liatnya, warnanya itu bikin gemes.. Tour ini berakhir jam 16.30 an.

Jalan pulang ke hotel kita cari makan dulu, yaa udahlah cari yg cepet aja, Burger King! Udah capek kalo harus hunting resto favorite. Sampe hotel, mandi, istirahat, eh tiba2 jam 9an malem perut keruyukan lagi, hawa dingin bawannya laperr.. Yaudah cabut lah sendiri ke Istiklal Cadessi. Naik tram dari deket hotel (Gulhane Station), interchange di station terakhir lupa namanya lalu naik funicular ke Taksim Square, disitulah Istiklal Cadesi berada. Semacam Shopping street tapi sampe malem bukanya, biasanya di eropah jam 7 juga udah tutup, kalo disini jam 10 masih penuhh.. Cuci mata sekalian makan malem babak ke-2.

Hari kedelapan (Istanbul)

Mengambil jasa tour yang sama dengan hari sebelumnya namun kali ini kita agak outskirt sedikit milih destinasi nya, yaitu Chora church, City Walls, Pierre lotti and Golden Horn Tour harga tournya kali ini 35 Eur. Disini kita bisa menikmati pemandangan kota Istanbul dari atas bukit > Pierre Lotti sambil menyuruput teh. Dan diakhiri dengan menaiki kapal menelusuri Golden Horn untuk melihat keindahan kota Istanbul dari sungai.

Selesai tour kita pun lanjut perjalanan lagi ke Grand Bazaar karena sebelumnya kita gak punya banyak waktu disini, sekarang saat yang tepat untuk beli oleh2 khas turki.

Ps: Menurut saya harga yg ditawarkan di dalam Grand Bazaar ini overrated dibandingkan dengan yg ada di Spice Bazaar ataupun Istiklal Cadessi jadi emang bener2 harus pinter nawar, ya resiko dinyinyirin penjual mah pasti hehe..

Hari Kesembilan (Istanbul)

Untuk hari ini acara jalan bebas.. Saya memilih untuk pergi ke Istanbul Modern, sebuah museum yang menyimpan koleksi2 modern/contemporary art. I’m not that into classic one. Saya sangat terkesima dengan koleksi2 yang ada, dari lukisan, foto sampai Instalasi, Surreal & Imaginative. Di museum ini ada sebuah kafe yang sering dijadikan tempat nongkrong Press, Artist dll dan posisinya emang mumpuni banget, tepat berada di pinggir sungai. Tapi sayang pada saat itu open area nya ditutup karena hujan L.

Habis waktu di dalam museum sampai hujan mereda, kami pun melanjutkan perjalanan ke Istiklal Cadessi (Cadessi, Cad means Street). Seperti yg dijelaskan sebelumnya area ini merupakan pusat belanja, sepanjang jalan toko semua dari pakaian, perfume, aksesoris dan restoran, panjang jalan ini ada kali 1km. Jalan ini juga dilewati tram. Pas lagi disana memang lagi banyak diskon terutama barang2 winter karena mungkin sudah mau masuk Spring. Dari merk ternama international sampe designer local pun ada, Don’t miss it. Capek belanja dan makan makanan khas turki kita pulang ke hotel karena besok subuh udah harus pergi ke Cappadocia.

Hari Kesepuluh (Istanbul-Cappadocia)

Subuh2 kita udah harus menuju ke airport Sabiha Gokcen, secondary airport yang letaknya agak jauh dari Istanbul, perjalanan naik taxi memakan waktu 1 jam (jalanan sepi) karena kita akan menuju Cappadocia the town of fairy tale.

Airport terdekat dari Kapadokya itu ada 2 Nevsehir dan Kayseri. Karena kami mengunakan maskapai budget yaitu Pegasus Airlines jadi kami landed di Kayseri Airport, kami beli ticket tersebut via online booking seharga 120 TL (Rp. 600K). Lama perjalanan dari Kayseri ke Kapadokya kurang lebih 1”40’ – 2”, Klo dari Nevsehir bisa 1” tapi yg beroperasi kayaknya cuma Turkish Airlines dan gak tiap hari adanya. Bagaimanapun selama perjalanan kita bisa menikmati keindahan alam sekitar, pegunungan yg tertutup salju, jalanan licin karena membeku, rumah2 ala tera cota, pokoknya gak akan menyesal perjalanan 2 jam itu. Kami menggunakan fasilitas airport transfer yg disediakan oleh hotel tempat kami menginap seharga 60TL one way(dibagi 4orang ya jatuhnya lebih murah). Oia Airport di Kayseri ini sepi banget, lebih baik ambil jasa pick up dari hotel karena kalo gak di airport itu banyak taxi gelap yg akan menipu (bilangnya tau alamat padhal nggak, bakalan dibawa muter2 deh)

Kami pun tiba di hotel yaitu Hotel Traveler’s Cave (Recommended by Booking.com), rata2 hotel disini memang unik karena banyak yg menawarkan untuk tinggal di dalam gua. Hotel ini semacam family run dan kami disambut oleh seorang manager yg berkebangsaan Korea, nih orang kayaknya nyasar. Ternyata Kapadokya ini menjadi tujuan utama wisatawan asal Jepang dan Korea makanya hotel2 disana merekrut manager dari WN Jepang atau Korea. Sembari check in manajer tersebut menawarkan kami berbagai fasilitas dan jasa tour yg mereka punya, kami mengambil 2 paket tour, yaitu: Sunset hiking & Rose Valley tour dan Balloon tour + Full day Kapadokya tour keesokannya. Serunya disini disediakan Ramen! Berebutlah kami pesan ramen untuk makan siang, karena emang pas banget dingin2 makan Ramen, oia suhu pada saat itu -2C. Setelah menelusuri keindahan hotel ini, jam 3-4 pun kami memulai untuk melakukan Rose Valley Hiking tour tadi. Dalam tour ini kami menjajaki lembah2 bebatuan yang sudah tertutup salju, melihat keindahan kota dari atas bukit sambil ngeteh atau ngopi, bener2 pengalaman yg gak bakal terlupakan. Tapi berhubung pada saat itu awan cukup tebal kami tidak bisa menikmati sunset nya, tapi ya tetep seru lah.. Tour ini berakhir pukul 6 dan dijemput oleh mobil van. Setiba di hotel kami siap2 makan malam, diputuskan untuk makan di hotel aja karena suhu diluar drop ke -8C, lagipula tidak banyak restoran yang buka diluar sana sampai larut malam paling jam 9 sudah tutup.

Hari kesebelas (Cappadocia-Istanbul)

Jam 5 subuh kita sudah dapet wake up call karena kita akan pergi ke Balloon tour yang dimulai pukul 6 pagi dengan harapan bisa melihat sunrise. Setelah sarapan (belum mandi tentunya) jam 6 kami dijemput untuk mengikuti hot air balloon tour, Kami di drop di sebuah lahan yg luas untuk dikumpulkan berdasarkan provider ballon yang kami ambil, pada saat itu kami mengambil paket ekonomi dari Anatolian Balloons (120 Eur) ini yang terbaik menurut hotel kami (Recent news: Anatolian Ballon crashed), satu balon berisi 24 orang. Kalau mau ambil paket yg exclusive bisa juga isinya 8-16 org satu balloon tapi harganya 160 Eur. Tour ini sangat wajib diikiuti, karena bisa jadi once in a lifetime experience! Tour ini berdurasi 1.5 jam berada diatas awan, sungguh pengalaman yg tak ternilai, balloon ini take off dan landed dengan halus tanpa guncangan. Disini kita bisa menikmati panorama kota kapadokya dari atas. Bagi yang takut akan ketinggian diharapkan tidak mengikuti tour ini, dan kebetulan saat itu dingin banget kaki kami bener2 sakit seperti tersayat sayat. Tour berakhir pukul 9, diakhir tour kita akan disuguhi semacam Champagne (baca: Sparkling syrup) dan akan diberikan sertifikat yg menunjukan kita sudah lolos uji naik hot air balloon.

Setelah selesai kami pun kembali ke hotel untuk check out sekalian makan siang dan melanjutkan untuk tour berikutnya. Dalam full day tour ini kita akan mengunjungi Goreme open air museum, Ilhara valley, Urgup, tempat pembuatan keramik dll. Ada satu tempat yg menurut saya unik, sebuah area bebatuan yg mana batu tersebut berbentuk mirip penis akibat erupsi, karena dulunya daerah ini merupakan pegunungan vulkanik aktif. Tour ini berakhir pukul 5 sore dan kami langsung di transfer ke airport Kayseri untuk kembali ke Istanbul, flight pukul 9 malam kalo gak salah. Kami pun tiba di Istanbul pukul 12 dan menginap di hotel yang sama yaitu Erboy Hotel.

Hari keduabelas (Istanbul-Jakarta)

Hari ini merupakan hari terkahir perjalanan kami, flight ke dubai pukul 7 malam, kesempatan ini kami pakai untuk pergi pagi2 ke Istiklal cadessi soalnya sodara saya ngebet beli barang diskonan yg bikin dia penasaran. Sampe2 saya kembali ke hotel sudah telat, rencana jam 3 sore sudah pergi ke airport tapi kami tiba di hotel 3.15. Sayangnya pihak hotel tidak mau bertanggung jawab atas airport transfer tadi, alasannya telat 15 menit dan supirnya sudah ada schedule lain, meh.. Sempet kami berdebat dengan pihak hotel, akhirnya dipanggil lah taxi, 2 taxi untuk kita yang mana membuat ongkosnya lebih mahal lagi dibanding menggunakan van dari hotel. Jam menunjukan pukul 5, keadaan jalan macet tapi kita bisa push supir taxi untuk ngebut sebisanya karena flight jam 7.  Kami sampai bandara jam 6 dengan was2 kami baggage check in, berfikir bakal ditolak eh.. Alhamdulillah lancar, kata pegawainya harusnya tidak bisa ikut flight ini, tapi karena kita sudah online check ini jadi gak masalah. Itulah manfaat Online check in, insya Allah kita bakal ditunggu sampe jam terakhir sebelum boarding.

Ok sampai sini dulu ceritanya.. akan dilanjutkan pada perjalanan berikutnya.. semoga menghibur dan bermanfaat. Kalo ada mau tanya2 silahkan post comment.